Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Asal Muasal Tahu, Lauk si Murah Meriah Favorit Warga Indonesia yang Ternyata Berasal dari Tiongkok

Chahaya Simanjuntak • Sabtu, 27 September 2025 | 09:00 WIB

ILUSTRASI tahu.
ILUSTRASI tahu.

Batampos - Rasanya tidak berlebihan kalau menyebutkan seluruh warga Indonesia mengenal tahu, si lauk murah meriah yang sangat mudah ditemui di berbagai tempat, mulai warung kaki lima hingga restoran modern. Setiap hari.

Namun, tahukah Anda, bahwa ternyata, tahu ini bukan asli berasal dari Indonesia. Melainkan dari Tiongkok. Perjalanan panjang tahu dimulai ribuan tahun lalu di Tiongkok, sebelum akhirnya menjadi bagian penting dari kuliner Nusantara, Indonesia.

Jadi ternyata, menu tahu pertama kali muncul pada masa Dinasti Han di Tiongkok, sekitar abad ke-2 SM. Dari sana, kisah menyatakan,  tahu ditemukan secara tidak sengaja oleh bangsawan Liu An dari Provinsi Anhui di Tiongkok.

Proses pembuatannya sederhana. Susu kedelai dicampur bahan pengental, kemudian dipadatkan hingga menjadi blok putih yang kita kenal sekarang.

Baca Juga: Topan Ragasa Menjadi Alarm Global, Ini Pelajaran yang Dapat Diambil

Di Tiongkok, tahu dengan cepat menjadi sumber protein penting, terutama bagi penganut Buddha yang banyak menghindari daging. Dari sinilah tahu mulai menyebar ke Jepang, Korea, hingga Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia.

Masuknya tahu ke Indonesia erat kaitannya dengan kedatangan imigran Tionghoa. Diperkirakan, sejak abad ke-10 hingga 13, para pedagang Tiongkok membawa serta resep tahu ke pelabuhan-pelabuhan besar Nusantara. Demikian dilansir dari Historia.id.

Kata tahu sendiri merupakan serapan kata dari Bahasa Hokien. Yakni tauhu atau teu hu, yang berarti kedelai yang diolah menjadi pasta atau bubur. Seiring waktu, tahu mulai diproduksi secara lokal dan disesuaikan dengan cita rasa masyarakat Indonesia.

Di Kediri, Jawa Timur, misalnya, lahir tahu takwa yang legendaris sejak awal abad ke-20. Sementara di Jawa Barat, muncul tahu Sumedang yang terkenal dengan teksturnya yang renyah di luar namun lembut di dalam.

Baca Juga: 6 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan di Microwave, Waspadai Bahayanya!

Mengapa tahu begitu populer di Indonesia? Alasannya sederhana, yakni karena :

- Murah meriah, bisa dijangkau semua kalangan.

- Bergizi tinggi, kaya protein nabati, kalsium, hingga zat besi.

- Fleksibel diolah, bisa digoreng, dikukus, dibakar, hingga dijadikan camilan kekinian.

- Dekat dengan budaya lokal, karena setiap daerah punya variasi tahu khasnya sendiri.

Menariknya, tahu tidak hanya bertahan sebagai makanan tradisional. Di era modern, tahu bahkan semakin populer karena tren gaya hidup sehat dan diet nabati. Banyak restoran vegetarian dan vegan menjadikan tahu sebagai bahan menu utama mereka. Apakah Anda penyuka menu olahan tahu? (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#menu tahu bergizi #kuliner #tahu