Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sejarah Mooncake dan Tradisinya di Indonesia, Kue Bulan Simbol Kebersatuan dan Kenangan Budaya

Juliana Belence • Senin, 6 Oktober 2025 | 10:40 WIB
Ilustrasi mooncake
Ilustrasi mooncake

batampos - Mooncake atau dalam Bahasa Mandarin disebut yuebing (月餅), telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival).

Di Indonesia, mooncake dikenal sebagai kue bulan. Kue ini lebih dari sekadar makanan penutup.

Sejarah Mooncake Dari Ritual Kuno ke Legenda Nasional

Tradisi penghormatan terhadap bulan purnama sudah ada sejak Dinasti Shang dan Zhou pada lebih 3.000 tahun silam. Bulan dianggap sebagai entitas sakral dalam agrikultur dan ritual alam.

Kue yang mirip mooncake disebut dalam catatan Dinasti Zhou, lalu berkembang dalam Dinasti Han, Dishantu kemudian menjadi bagian dari festival rakyat.

Catatan sejarah mulai menyebut istilah "Mooncake" secara resmi pada Dinasti Song. Kue ini menjadi semakin umum dikonsumsi masyarakat pada festival - festival.

Baca Juga: Ramalan Shio 6 Oktober 2025, 6 Shio Ini Diprediksi Paling Beruntung Hari Ini

Salah satu legenda paling terkenal adalah bahwa pada masa Dinasti Yuan (abad ke-14), para pemberontak Han menyisipkan pesan rahasia dalam kue bulan untuk menyusun Pemberontakan terhadap kekuasaan Mongol. 

Legenda ini kemudian menjadi bagian dari mitos tentang perjuangan dan identitas nasional.

Di Indonesia, komunitas Tionghoa memperkenalkan mooncake melalui migrasi, perdagangan, dan interaksi budaya. 

Di beberapa daerah seperti Kepulauan Riau, Pontianak, Surabaya, Malang dan kota - kota lain, Mooncake diproduksi oleh toko - toko kue Tionghoa. Hotel - hotel juga menyajikan Mooncake sebagai bagian dari perayaan Festival Musim Gugur.

Rasa dan bentuk mooncake di Indonesia mengalami adaptasi. Mulai dari rasa kacang, biji teratai, kuning telur asin, durian, cokelat, keju, dan buah lokal.

Bulatan bentuk dan visualnya tetap penting. Bulat melambangkan kebulatan, kesatuan, dan keutuhan keluarga.

Tradisi memberi kue bulan ke sanak saudara, tetangga, dan sahabat tetap dijaga sebagai bentuk menyebarkan kasih sayang dan penghormatan budaya.

Mooncake bukan hanya sebuah kue manis. Ia adalah artefak sejarah yang tetap hidup melalui generasi. 

Di Indonesia, mooncake telah diadaptasi secara lokal tetapi tetap mempertahankan nilai - nilai tradisional seperti persatuan keluarga dan rasa hormat terhadap turun-temurun budaya.(*)

 

Editor : Juliana Belence
#Mooncake #Sejarah Mooncake