Batampos - Pemerintahan Jepang menerapkan kerja empat hari dalam sepekan. Hal ini supaya menekan angka kematian yang tinggi akibat kelelahan kerja, atau dikenal karoshi.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mencatat, tingkat kelahiran di Jepang mencapai rekor terendah tahun ini. Antara Januari dan Juni pertumbuhan tercatat hanya 339.000 angka kelahiran. Terjadi penurunan sekitar 10.000 lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini mengancam berbagai sektor, terutama industri yang bergantung pada permintaan konsumen.
Para pendukung pekan kerja empat hari menilai kebijakan ini dapat membantu membalikkan tren tersebut dengan memberi orang tua waktu lebih banyak untuk mengasuh anak dan berbagi pekerjaan rumah tangga.
Menurut IMF, separuh perempuan Jepang yang memiliki anak lebih sedikit mengaku keputusan itu dipengaruhi oleh tambahan pekerjaan rumah jika memiliki anak lagi.
Sementara itu, uji coba pekan kerja empat hari di enam negara oleh 4 Day Week Global menunjukkan pria menghabiskan 22 persen lebih banyak waktu mengasuh anak dan 23 persen lebih banyak waktu melakukan pekerjaan rumah.
Peter Miscovich, pakar masa depan dunia kerja dari JLL, mengatakan, manfaat sistem empat hari kerja mencakup:
- Stres lebih rendah
- Kelelahan berkurang
- Tidur lebih baik
- Biaya pekerja lebih rendah
- Fokus meningkat
- Komitmen lebih tinggi terhadap organisasi
Dengan kecerdasan buatan yang semakin mengubah cara bekerja, para ahli teknologi memprediksi jadwal kerja yang lebih singkat mungkin datang lebih cepat.
Pendiri Microsoft, Bill Gates, bahkan bertanya dalam wawancara dengan Jimmy Fallon di The Tonight Show, "Seperti apa pekerjaan nanti? Haruskah kita hanya bekerja 2 atau 3 hari seminggu?" tanya Bill Gates. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak