Mengenal Lakse, Makanan Tradisional Khas Kabupaten Lingga Berbahan Dasar Sagu
Vatawari BP• Selasa, 20 Januari 2026 | 09:30 WIB
ILUSTRASI Lakse khas Dabo Singkep, Lingga. F Istimewa
Batampos - Kabupaten Lingga memiliki beragam kuliner tradisional yang kaya akan nilai budaya, salah satunya adalahlakse. Makanan khas berbahan dasar sagu dan rempah-rempah ini telah lama menjadi hidangan favorit masyarakat Lingga, terutama saat perayaan hari besar keagamaan maupun acara adat.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Lingga, Susy Yenti, mengatakan produksi lakse tersebar di beberapa wilayah.
"Di Dabo dan Daik ada UMKM yang memang fokus memproduksi lakse dalam bentuk basah dan kering. Jika ada yang memesan lakse siap saji juga tersedia," ujarnya, Senin (19/1/2026) kemarin.
Lakse memiliki bentuk menyerupai mi, namun berukuran lebih tebal dengan tekstur kenyal. Mi sagu ini biasanya disajikan dengan kuah santan berbumbu kari ikan yang gurih dan kaya rasa.
Seiring waktu, lakse tidak hanya hadir saat momen tertentu, tetapi juga menjadi menu harian yang dinikmati bersama keluarga. Bahkan, kini lakse mulai mudah ditemukan di sejumlah warung makan hingga pesta pernikahan di wilayah Lingga.
Keberadaan lakse juga mendorong tumbuhnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal. Beberapa UMKM di Lingga diketahui fokus memproduksi lakse, baik dalam bentuk basah, kering, maupun siap saji untuk dipasarkan di dalam dan luar daerah.
Menurut Susy, lakse tidak hanya menjadi identitas kuliner Lingga, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan tradisional berbahan sagu. (*)