Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia Diduga Karena Asfiksia, Berikut Penyebab dan Gejalanya
Chahaya Simanjuntak• Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:00 WIB
SELEBGRAM Lula Lahfah semasa hidup. Dia diduga meninggal karena Gerd yang berujung asfiksia. F IG Lula Lahfah.
Batampos - Selebgram Lula Lahfah ditemukan meninggal di apartemennya dengan kondisi badan sudah membiru, Jumat (23/1/2026) malam. Penyebab kematian kekasih Reza Arap ini diduga karena gerd dan berujung pada henti jantung atau Asfiksia.
Lantas apa itu Asfiksia? Merupakan kondisi serius yang dapat berujung fatal bila tidak ditangani dengan cepat. Kondisi ini kerap terjadi tanpa disadari dan bisa menimpa siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Melansir Mayo Clinic, Asfiksia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan oksigen, sehingga organ vital seperti otak dan jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran, kerusakan organ permanen, yang berujung kematian.
Dalam dunia medis, asfiksia bukan penyakit tunggal, melainkan ada penyakit penyerta yang menghambat masuknya oksigen ke paru-paru atau aliran oksigen ke jaringan tubuh. Salah satunya asam lambung atau gerd.
Selain itu, asfiksia dapat terjadi karena:
- Sumbatan jalan napas, seperti tersedak makanan atau benda asing
- Tekanan pada leher atau dada, yang menghambat pernapasan
- Keracunan gas, termasuk karbon monoksida
- Gangguan pernapasan, seperti serangan asma berat
- Lingkungan minim oksigen, misalnya di ruang tertutup tanpa ventilasi
Dalam sejumlah kasus, asfiksia terjadi secara perlahan dan tanpa tanda dramatis, sehingga sering terlambat disadari.
Ada pun gejala asfiksia yang perlu diwaspadai yakni:
- Sesak napas atau napas tersengal
- Wajah atau bibir membiru (sianosis)
- Penurunan kesadaran
- Gelisah dan panik
- Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba
Jika kekurangan oksigen berlangsung lebih dari beberapa menit, risiko kerusakan otak permanen meningkat secara signifikan.
Nah, dalam kasus kematian Lula Lahfah, asfiksia disebut sebagai salah satu faktor medis yang berkaitan dengan penyebab meninggal dunia. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa gangguan pernapasan, sekecil apa pun gejalanya, harus ditangani serius. Penanganan cepat dan tepat dapat menentukan keselamatan seseorang. (*)