Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Capella Honda Kepri Gaungkan Keselamatan Berkendara

Abdul Azis Maulana • Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:00 WIB
Capella Honda Kepulauan Riau secara konsisten mengedukasi masyarakat melalui kampanye cari aman. F. Istimewa
Capella Honda Kepulauan Riau secara konsisten mengedukasi masyarakat melalui kampanye cari aman. F. Istimewa

batampos - Potensi bahaya di jalan raya menjadi risiko yang tak terpisahkan dari aktivitas berkendara. Faktor eksternal yang sulit dikendalikan kerap memicu kecelakaan, terlepas dari siapa yang berada di posisi benar atau salah.

Karena itu, kemampuan pengendara dalam mengenali dan merespons potensi bahaya menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, Capella Honda Kepulauan Riau secara konsisten mengedukasi masyarakat melalui kampanye cari aman.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menyosialisasikan tips keselamatan berkendara 5P+ yang dapat diterapkan dalam aktivitas berkendara sehari-hari.

Instruktur Safety Riding Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, menjelaskan bahwa konsep 5P+ merupakan panduan sederhana namun efektif untuk membantu pengendara lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan raya.

“Tips 5P+ ini kami rancang agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh seluruh pengendara, sehingga keselamatan bisa menjadi kebiasaan,” ujarnya, Sabtu (24/1).

Adapun lima poin utama dalam konsep 5P+ tersebut, pertama adalah pakai perlengkapan berkendara sesuai standar. Pengendara diwajibkan menggunakan helm berstandar SNI dengan tali terpasang sempurna, jaket berlengan panjang, celana panjang, sarung tangan, serta sepatu. Perlengkapan ini berfungsi melindungi tubuh dan meminimalkan risiko cedera apabila terjadi kecelakaan.

Perhatikan kanan dan kiri saat di persimpangan. Pengendara diminta memastikan area yang tidak terlihat benar-benar aman dari kendaraan atau objek lain. Mengurangi kecepatan saat mendekati persimpangan juga penting untuk mengantisipasi potensi bahaya yang muncul secara tiba-tiba.

Pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan. Jarak minimal yang disarankan adalah tiga detik. Pengendara dapat menggunakan benda diam sebagai patokan, lalu menghitung hingga tiga detik setelah kendaraan di depan melewati titik tersebut.

Jika kendaraan pengendara sejajar dengan patokan pada hitungan ketiga, maka jarak dinilai aman.

Periksa kondisi sebelum mendahului. Pastikan situasi lalu lintas di depan dan belakang dalam kondisi aman, nyalakan lampu sein sebagai tanda, serta perhatikan kaca spion sebelum berpindah lajur.

Patuhi rambu lalu lintas, pengendara diwajibkan melengkapi diri dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta mematuhi seluruh rambu demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Selain lima poin tersebut, Christofer menambahkan adanya sejumlah aspek pendukung yang tidak kalah penting. Pengendara disarankan untuk selalu memeriksa kondisi sepeda motor sebelum digunakan, mulai dari tekanan dan kondisi ban, fungsi rem, lampu utama, lampu sein, lampu rem, klakson, hingga pengaturan spion agar visibilitas tetap optimal.

Teknik pengereman juga menjadi perhatian penting, yakni dengan mengombinasikan penggunaan rem depan dan belakang secara bersamaan agar pengereman lebih efektif dan stabil.

“Pengendara juga perlu meningkatkan sensitivitas terhadap potensi bahaya di jalan. Kemampuan ini bisa dilatih melalui Simulator Honda Riding Trainer di dealer Honda, mengikuti pelatihan safety riding, atau berbagi pengalaman berkendara,” jelasnya.

Selain itu, kewaspadaan terhadap area blind spot perlu ditingkatkan dengan cara mengurangi kecepatan saat melintasi area yang tertutup pandangan oleh objek besar.

Pengendara diimbau untuk mengontrol kecepatan kendaraan, mengingat semakin tinggi kecepatan, semakin terbatas informasi yang dapat ditangkap dan semakin besar pula risiko kecelakaan.

Christofer menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap pengendara. “Lebih baik perjalanan sedikit lebih lama karena kita menerapkan langkah-langkah preventif, daripada tidak pernah sampai ke tujuan. Cari_Aman saat naik motor,” ujarny.

Komitmen edukasi keselamatan berkendara ini turut ditegaskan oleh Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepulauan Riau, Duri Yanto. Menurutnya, keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama antara pengendara, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui edukasi 5P+, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli dan sadar bahwa kebiasaan kecil yang benar dapat memberikan dampak besar dalam mencegah kecelakaan di jalan raya,” ujarnya.

Dengan kampanye berkelanjutan ini, Capella Honda Kepri berharap budaya keselamatan berkendara dapat semakin tertanam di tengah masyarakat. (*)

Editor : M Tahang
#Capella Honda Kepri