batampos - Pasien jantung di masa depan mungkin tidak lagi harus menjalani operasi berulang untuk mengganti baterai alat pacu jantung.
Hal ini menyusul pengembangan pacemaker bertenaga sendiri oleh ilmuwan Tiongkok yang memanfaatkan energi dari detak jantung manusia sebagai sumber listrik utama perangkat tersebut.
Bahkan telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering. Ini menunjukkan potensi nyata untuk revolusi dalam pengobatan penyakit jantung.
Pacemaker miniatur berukuran sangat kecil. Mengubah gerakan alami jantung melalui induksi elektromagnetik menjadi energi listrik untuk mengatur ritme jantung pasien.
Struktur magnetik levitasi yang unik pada perangkat mengurangi kehilangan energi dan gesekan internal. Memastikan output energi stabil yang cukup untuk kebutuhan operasionalnya.
Perangkat juga memiliki biokompatibilitas tinggi dan kompatibel dengan jaringan tubuh. Mampu diimplan melalui kateter secara minimal invasif sehingga mengurangi trauma bedah.
Pacemaker tradisional saat ini mengandalkan baterai yang hanya bertahan sekitar 8 - 10 tahun.
Pasien harus menjalani operasi penggantian yang membawa risiko tambahan dan beban biaya signifikan.
Adanya perangkat baru ini, pacemaker dapat bekerja tanpa perlu diganti bahkan mungkin seumur hidup pasien.
Uji coba dilakukan pada hewan dan pacemaker beroperasi sepenuhnya dengan energi dari detak jantung selama satu bulan.
Ini menunjukkan feasibility klinis yang menjanjikan, meskipun uji pada manusia belum dilakukan secara luas. Rencana uji klinis ditargetkan sebelum 2030.
Tim peneliti menggunakan konsep symbiotic bioelectronics yaitu perangkat yang terintegrasi secara biologis dengan tubuh bukan sekadar dipasang.
Ide ini terinspirasi dari fenomena simbiosis di alam, seperti hubungan jamur dan tanaman yang menunjukkan cara sistem biologis dan teknologi dapat saling mendukung.(*)
Editor : Juliana Belence