batampos - Emas dipakai menyimpan kekayaan dalam jangka panjang.
Permintaan sebagai aset aman (safe haven) tetap menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga emas.
Harga emas dunia mengalami lonjakan luar biasa sejak 2020. Harga tersebut mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada awal 2026.
Ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik global membuat harga emas mengalami kenaikan luar biasa.
Tren Harga Emas 2020 - 2026
Pada tahun 2020, harga emas batangan di indonesia sekitar Rp700.000 per gram saat awal pandemi Covid-19. Harga naik seiring permintaan investor terhadap emas sebagai aset aman.
Pada tahun 2021, harga emas mulai naik sekitar Rp900.000 - Rp1.000.000 per gram yang menandai kenaikan dibanding tahun 2020.
Pada tahun 2022, harga emas berada di Rp1.000.000 per gram. Harga relatif stabil, tetapi mencerminkan respon pasar terhadap inflasi dan kebijakan moneter yang terus berubah.
Pada tahun 2023, harga emas mulai menunjukkan tren peningkatan. Harga emas berada di Rp1.100.000 - Rp1.300.000 yang mengikuti pergerakan harga dunia.
Pada tahun 2024, harga emas kembali menguat yang mencapai kisaran Rp1.400.000 - Rp1.500.000.
Pada tahun 2025, harga emas per gram menembus rekor tertinggi baru. Harga emas tembus sekitar Rp2.605.000 per gram yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Di Januari 2026, harga emas kembali berada pada level tinggi. Harga juga sekitar Rp2.730.000 per gram per 20 Januari 2026.
Kenaikan harga emas meningkat menjadi kombinasi dari kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, ekspektasi investor, dan dinamika permintaan penawaran.
Harga emas dunia mencatat rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Perkiraan harga emas akan terus mencatat level tinggi di tahun - tahun mendatang jika faktor - faktor ini tetap kuat.
Harga emas di Indonesia mencerminkan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Harga dapat berubah karena pengaruh pasar global dan lokal.(*)
Editor : Juliana Belence