batampos - Pergerakan Dolar Singapura terhadap Rupiah dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan tren yang konsisten mata uang Singapura semakin kuat.
Kenaikan rata - rata kurs tahunan menunjukkan depresiasi Rupiah yang berlangsung bertahap, terutama sejak periode pasca pandemi global.
Tren Nilai Tukar IDR terhadap SGD 2016 - 2026
1. 2016
Pada tahun 2016, 1 SGD setara sekitar Rp9.566 – Rp9.847 dalam perhitungan historis di awal tahun. Rupiah relatif lebih kuat terhadap Dolar Singapura dibanding periode akhir dekade berikutnya.
Nilai tukar rata - rata sekitar Rp9.600 an per SGD di awal 2016 berdasarkan data historis.
2. 2017 - 2019
Rupiah tercatat mengalami depresiasi moderat terhadap SGD. Data pada 2017 menunjukkan 1 SGD diperdagangkan di sekitar Rp9.400 – Rp9.800.
Pada 2018 nilai tukar sekitar Rp10.547 per SGD. Pada 2019 nilai tukar meningkat mendekati Rp10.321 – Rp10.565 per SGD.
3. 2020 - 2022
Tahun pandemi dan pasca pandemi memperlihatkan Rupiah yang tertekan, tetapi stabil. Nilai tukar SGD/IDR berada di kisaran Rp10.800 – Rp11.700 pada 2020 – 2021.
Mendekati Rp11.000 – 11.600 pada 2022 di beberapa bulan.
4. 2023 - 2025
Menjelang 2023 dan 2024, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Singapura terus menguat tren penurunan daya beli Rupiah. Data menunjukkan SGD/IDR di rentang Rp11.300 – 11.700 di berbagai bulan 2023.
Tahun 2024 nilai SGD terhadap Rupiah berada di sekitar Rp11.860. Tahun 2025 menunjukkan angka yang relatif tinggi dengan nilai rata - rata sekitar Rp 12.609 per SGD sepanjang tahun tersebut.
5. 2026
Data riwayat kurs menunjukkan bahwa per 16 Februari 2026, nilai tukar 1 SGD setara sekitar Rp 13.333, dengan fluktuasi mingguan di kisaran Rp 13.259 hingga Rp 13.338 per SGD.
Para analis pasar mencatat tren ini menunjukkan depresiasi Rupiah terhadap Dolar Singapura dari waktu ke waktu sejak tahun 2022.
Ini mencerminkan tekanan global terhadap mata uang negara dengan ekonomi berkembang dan perbedaan kekuatan ekonomi antara Indonesia dan Singapura.
Walaupun kurs harian tetap berfluktuasi, data jangka menengah menunjukkan bahwa Rupiah cenderung lebih lemah terhadap SGD dibandingkan beberapa tahun lalu.(*)
Editor : Juliana Belence