Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Emas Berpotensi Menguat Sepanjang 2026, Bisa Tembus USD 10 Ribu per Ons

Chahaya Simanjuntak • Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:00 WIB

Emas menjadi investasi bernilai yang naik setiap tahun.
Emas menjadi investasi bernilai yang naik setiap tahun.

Batampos -  Harga emas dunia terus menunjukkan tren kenaikan signifikan di tengah ketidakpastian global. Para analis memprediksi logam mulia ini masih memiliki potensi menguat sepanjang 2026, bahkan bisa menembus level tertinggi baru meski secara fluktuatif, kadang turun harga.

Berdasarkan data pasar per Jumat (27/3/2026), harga emas global telah melampaui USD 5.200 per troy ounce. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya inflasi, ketegangan geopolitik seperti perang Iran, serta volatilitas pasar saham global.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai. Saat inflasi meningkat dan kondisi ekonomi tidak stabil, investor cenderung mengalihkan dana ke emas.

Baca Juga: Usai Isi Pertalite, Satu Unit Sepeda Motor Terbakar di SPBU Bandarsyah Natuna

Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga emas antara lain:

- Inflasi

Kenaikan harga barang dan jasa menurunkan daya beli, sehingga investor beralih ke emas yang nilainya relatif stabil.

- Ketegangan geopolitik

Konflik global, termasuk perang dan sengketa dagang, mendorong permintaan emas.

- Ketidakpastian ekonomi

Resesi, pengangguran, dan fluktuasi pasar saham membuat emas menjadi pilihan investasi alternatif.

Sebagai gambaran, saat inflasi global melonjak di atas 9 persen pada 2022, harga emas ikut naik hingga sekitar USD 1.800 per ons.

Sejumlah lembaga keuangan dan analis pasar merilis proyeksi terkait pergerakan harga emas ke depan. Berikut tiga prediksi utama seperti dilansir dari Yahoo!Finance, yakni :

Baca Juga: Listrik Belum 24 Jam, Warga Desa Tulang Bertahan dengan Genset

- Berpotensi Tembus USD 6.000 per Ons

Lembaga keuangan JP Morgan memproyeksikan harga emas bisa mencapai USD 6.300 per troy ounce pada 2026. Kenaikan ini didorong oleh pembelian besar-besaran bank sentral serta meningkatnya ketegangan global.

Minat pada Emas Fisik Meningkat

Investor ritel diperkirakan akan semakin tertarik pada emas fisik seperti batangan, koin, dan bullion. Ketidakpastian ekonomi membuat aset berwujud dinilai lebih aman dibanding instrumen keuangan lainnya.

Harga Semakin Volatil

Meski cenderung naik, harga emas diprediksi akan lebih fluktuatif. Pada awal 2026, misalnya, harga emas sempat turun 14 persen hanya dalam tiga hari, menunjukkan potensi perubahan harga yang cepat.

Secara jangka panjang, para ahli memperkirakan harga emas bisa mencapai USD 7.000 hingga USD 10.000 per ons pada 2030, tergantung kondisi ekonomi global, inflasi, dan nilai mata uang. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#emas #harga emas dunia