Kenaikan ini mengikuti tren lonjakan harga minyak global serta pelemahan nilai tukar yen yang berdampak langsung pada biaya operasional maskapai.
Biaya tambahan bahan bakar untuk rute jarak jauh seperti Amerika Utara dan Eropa diperkirakan melonjak cukup tajam.
Kenaikan bisa mencapai lebih dari 20.000 yen per penumpang atau hampir dua kali lipat dibanding periode April–Mei 2026.
Rute jarak pendek seperti Tiongkok dan Taiwan ada biaya tambahan yang diprediksi naik. Rute Korea selatan bahkan bisa meningkat hingga dua kali lipat sekitar 3.000 yen.
Baca Juga: Cotton On Dikabarkan Tutup Semua Gerai di Asia, Tegaskan Bisnis Tetap Jalan
Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) menerapkan sistem penyesuaian fuel surcharge setiap dua bulan.
Besaran biaya biasanya dihitung berdasarkan rata - rata harga avtur di pasar Singapura serta nilai tukar yen dalam dua bulan sebelumnya.
Periode Juni–Juli 2026, perhitungan didasarkan pada data Februari–Maret 2026. Biaya tambahan dirancang untuk menyesuaikan fluktuasi harga energi agar maskapai dapat menutup kenaikan biaya operasional.
Kenaikan harga bahan bakar akan membuat total biaya perjalanan internasional menjadi lebih mahal.
Lonjakan biaya diperkirakan dapat mempengaruhi minat perjalanan menjelang musim panas di Jepang.
Bagi calon penumpang kondisi ini berarti harga total tiket berpotensi lebih mahal dalam waktu dekat.(*)
Editor : Juliana Belence