Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ekspor CPO Naik 26 Persen, Indonesia Perkuat Posisi Raja Sawit Dunia

jpg • Minggu, 19 April 2026 | 16:59 WIB
Ekspor CPO Indonesia meningkat signifikan pada awal 2026 seiring tingginya permintaan global. F. Istimewa
Ekspor CPO Indonesia meningkat signifikan pada awal 2026 seiring tingginya permintaan global. F. Istimewa

batampos – Kinerja ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia kembali melesat pada awal 2026. Dalam dua bulan pertama, nilai ekspor sawit dan turunannya naik tajam, menegaskan dominasi Indonesia sebagai pemain utama di pasar global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO dan turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai US$4,69 miliar. Angka ini melonjak 26,40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$3,71 miliar.

Kenaikan juga terlihat dari sisi volume. Ekspor meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton. Kondisi ini menunjukkan permintaan global terhadap produk sawit Indonesia tetap kuat.

Baca Juga:  Kenduri Seni Melayu 2026 Libatkan Seniman Lokal hingga Mancanegara

Produksi yang meningkat turut menopang kinerja tersebut. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, produksi CPO sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton atau naik 7,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara total produksi CPO dan PKO tercatat 56,55 juta ton atau tumbuh 7,18 persen. Dari sisi perdagangan, ekspor produk sawit sepanjang 2025 mencapai 32,34 juta ton atau naik 9,51 persen, dengan nilai US$35,87 miliar, meningkat 29,23 persen.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan penguatan ekspor sawit tidak lepas dari strategi hilirisasi yang terus didorong pemerintah.

“Kalau CPO diolah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60 persen pasar dunia,” ujarnya.

Selain CPO mentah, produk turunan seperti minyak goreng, biodiesel, hingga bahan baku industri makanan dan kosmetik semakin mendominasi ekspor. Tren ini menunjukkan pergeseran dari ekspor komoditas mentah menuju produk bernilai tambah.

Baca Juga: BPN Ukur Ulang Lahan Sengketa di Letung, Jadi Kunci Penyidikan Kasus Penyerobotan

Penguatan ekspor minyak goreng juga dinilai strategis dalam menjaga stabilitas pasar global sekaligus memperluas pangsa pasar Indonesia.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat ekosistem sawit dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produktivitas hingga perluasan akses pasar ekspor.

Dengan tren positif ini, sektor sawit tetap menjadi salah satu penopang utama devisa negara sekaligus pilar penting ekonomi nasional berbasis industri hilir. (*)

Editor : M Tahang
#Ekspor CPO Indonesia #Raja Sawit