Batampos - Kementerian Pariwisata akan menggalakkan Program Keselamatan Wisata 2026 di seluruh Indonesia dalam rangka memperkuat standar keamanan destinasi nasional.
“Tantangan kita tidak lagi sebatas menghadirkan destinasi yang indah, tetapi memastikan wisatawan memperoleh pengalaman yang aman, nyaman, dan berkualitas," ujar Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Martini mengatakan, isu keselamatan kini menjadi faktor penting dalam daya saing pariwisata. " Sektor pariwisata sedang mengalami pergeseran paradigma. Wisatawan kini tidak hanya mencari keindahan destinasi, tetapi juga pengalaman yang autentik, aman, dan berkesan," ungkapnya.
Maka dari itu, melalui skema tugas pembantuan, Kementerian Pariwisata melaksanakan program tersebut, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya dalam mitigasi risiko di destinasi wisata serta kemampuan respons terhadap kondisi darurat di lapangan.
Baca Juga: PLTU Unit 2 Karimun Gangguan, Ada Pemadaman Listrik Bergilir hingga 4 Jam
Langkah strategis ini juga diambil untuk memastikan keseragaman prosedur keselamatan bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
Martini menegaskan keberhasilan program ini memerlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, terutama dengan Dinas Pariwisata provinsi sebagai penggerak utama di daerah.
“Kami mengharapkan peran aktif seluruh kepala dinas pariwisata sebagai inisiator di wilayah masing-masing. Keselamatan wisata bukan tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama,” katanya.
Program pelatihan ini juga menjadi wadah pembinaan SDM yang memahami prinsip keselamatan, kesehatan kerja, dan kelestarian lingkungan. Upaya tersebut diharapkan mendorong profesionalisasi layanan wisata sekaligus memperkuat citra positif pariwisata Indonesia sebagai destinasi yang aman dan berkualitas.
Kementerian Pariwisata turut menggelar pelaksanaan program baik dari aspek teknis maupun administratif, agar setiap kegiatan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan destinasi.
Baca Juga: Dishub Batam Tegas soal Jukir Greenland: Trotoar Bukan Tempat Parkir
Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kemenpar Ika Kusuma Permana Sari menambahkan kesiapan daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi program di lapangan.
“Kami ingin memastikan setiap daerah siap menjalankan program ini secara optimal sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan keamanan destinasi wisata,” ujar Ika.
Kementerian Pariwisata optimistis melalui penguatan kapasitas SDM dan kolaborasi yang solid antara pusat dan daerah, Program Keselamatan Wisata 2026 dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan rasa aman bagi setiap wisatawan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak