batampos – Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan peran pers tidak akan tergeser meski dunia informasi saat ini mengalami disrupsi akibat perkembangan media digital.
“Pers itu perannya enggak akan tergusur. Sepanjang zaman, pers itu diperlukan karena dia menjaga gawang, memelihara kualitas informasi,” ujar Komaruddin dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, kehadiran media baru yang kerap menimbulkan kegaduhan justru harus dipandang sebagai tantangan bagi insan pers untuk semakin konsisten menjaga mutu informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
Komaruddin mengibaratkan disrupsi informasi digital seperti bermain arung jeram di sungai penuh gelombang dan bebatuan. Kondisi itu, kata dia, menuntut pers tetap sigap dan tangguh menghadapi perubahan zaman.
“Saya berharap kawan-kawan pers melihat kemunculan new media yang kadang-kadang membuat gaduh sebagai tantangan bersama. Kalau tidak ada tantangan, permainan jadi tidak menarik,” tuturnya.
Ia menambahkan, di era digital semua orang kini bisa berkomunikasi dan mengakses informasi secara cepat tanpa batas. Karena itu, peran pers semakin penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan berkualitas.
“Mari kita regulasi, kita edukasi agar kebebasan itu terjaga, tetapi juga tetap melindungi kebebasan masyarakat untuk mendapat informasi yang berkualitas,” katanya.
Media Arus Utama Masih Unggul
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menilai peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi pengingat bagi media untuk terus menjaga profesionalisme dan tanggung jawab sosial.
“Bagi saya, kebebasan pers adalah hak asasi. Masalahnya sekarang, di tengah era informasi yang begitu terdisrupsi, pers perlu membentuk dirinya menjadi lebih profesional,” ujar Benny.
Ia menilai media arus utama masih memiliki keunggulan daya saing karena lebih dikenal publik dan mampu menjadi cerminan kondisi masyarakat.
Menurut Benny, tantangan media saat ini bukan hanya soal kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana menjalankan fungsi sosial untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Media mainstream, online media, maupun media baru memiliki kesamaan, yaitu memberikan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Benny menegaskan ANTARA memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang membantu masyarakat mengambil keputusan secara tepat, baik untuk kepentingan pribadi maupun komunitas. (*)
Editor : Jamil Qasim