Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Singapura Soroti Potensi Energi Indonesia, Kerja Sama BBK dan Kendal Akan Diperluas

Putut Ariyotejo • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:14 WIB
Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan (kiri) bersama Menlu RI Sugiono. F. @kemelu.ri
Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan (kiri) bersama Menlu RI Sugiono. F. @kemelu.ri

batampos – Pemerintah Singapura melihat peluang besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia dan Malaysia, terutama dalam pengembangan industri hijau, ekonomi digital, hingga konektivitas kawasan.

Dalam pernyataannya, Singapura menyoroti pentingnya kolaborasi trilateral yang dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi besar bagi ketiga negara di kawasan.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Menlu Singapura, Vivian Balakhrisnan, di Jakarta (12/5) saat berjumpa dengan Menlu Indonesia Sugiono. 

Kunjungan Vivian adalah bagian persiapan Leaders' Retreat 2026 dan menuju 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027. Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang transisi energi, energi terbarukan, ketahanan pangan, pengembangan kawasan industri berkelanjutan, serta konektivitas kawasan di tengah dinamika geopilitik global. 

Selain itu, sejumlah proyek bilateral antara Indonesia dan Singapura juga disebut terus berkembang positif, seperti Nongsa Digital Park di Batam dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah.

Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki prospek pertumbuhan kuat, khususnya di sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau.

Baca Juga: KEK Palu Kantongi Investasi Rp20 Triliun untuk Bangun Ekosistem Energi Bersih

Singapura juga menilai Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar, mulai dari tenaga surya, panas bumi, hingga hidroelektrik.

“Indonesia adalah superpower di sektor energi,” ungkat Vivian.

Potensi energi Indonesia disebut akan menjadi pelengkap penting bagi posisi Singapura sebagai pusat teknologi dan pembiayaan infrastruktur di kawasan Asia Tenggara.

Sinergi tersebut diyakini mampu memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus mendorong percepatan transisi energi bersih di kawasan.

Di sektor industri, kerja sama yang telah berjalan di kawasan Batam-Bintan-Karimun dan Kendal Industrial Park akan terus diperluas, termasuk menjajaki pengembangan kawasan industri berkelanjutan bersama.

Langkah itu diharapkan dapat memperkuat rantai pasok regional, menarik investasi baru, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia dan Singapura. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#Batam Bintan Karimun #Kendal Industrial Park #indonesia #energi hijau #singapura