batampos - Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan sebanyak 10.539 calon peserta telah mendaftar dalam program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi 2026 selama masa registrasi 1–21 Mei 2026.
Menurut Iftitah, situs resmi pendaftaran program TEP 2026 di
Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi
mencatat lebih dari 177 ribu kunjungan selama periode pendaftaran.
Program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi daerah transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia.
“Yang terdaftar dan mengunggah berkas ada 10.539 pendaftar. Mereka mendaftar di 10 perguruan tinggi mitra,” ujar Iftitah di Jakarta, Selasa (26/5).
Adapun perguruan tinggi mitra dengan jumlah pendaftar terbanyak antara lain Universitas Indonesia sebanyak 1.249 pendaftar, Universitas Gadjah Mada sebanyak 1.187 pendaftar, serta Universitas Hasanuddin sebanyak 1.181 pendaftar.
Selain itu, program juga diminati peserta yang memilih Universitas Airlangga, IPB University, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai kampus mitra.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, peserta TEP 2026 diwajibkan telah menyelesaikan pendidikan tinggi mulai jenjang Diploma IV (D4), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).
Kementrans juga membuka kesempatan bagi lulusan dari kampus nonmitra, termasuk perguruan tinggi luar negeri.
“Program Transmigrasi Patriot sekarang sangat inklusif. Lulusan dari mana pun boleh mendaftar,” kata Iftitah.
Ia menyebut sejumlah kampus luar negeri asal pendaftar antara lain University of Melbourne, Monash University, University of Manchester, King's College London, hingga Ohio University.
Dalam pelaksanaannya, Kementrans juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi lokal di Papua dan Papua Barat seperti Universitas Papua, Universitas Cendrawasih, dan Universitas Muhammadiyah Sorong.
“Kami diminta fokus membantu pemerintah daerah bekerja sama dengan kampus-kampus agar tidak ada lagi kemiskinan,” ujar Iftitah. (*)
Editor : Putut Ariyo