Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mayoritas Jamaah Haji Ambil Nafar Awal, Arus Kepulangan dari Mina ke Makkah Padati Jamarat

jpg • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:31 WIB
Ribuan jamaah haji turun dari area jamarat dan memasuki kota Makkah, Jumat (29/5) siang waktu Arab Saudi. mereka mengambil dafar awal dan mengakhiri mabit di Mina pada 12 Zulhijjah. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)
Ribuan jamaah haji turun dari area jamarat dan memasuki kota Makkah, Jumat (29/5) siang waktu Arab Saudi. mereka mengambil dafar awal dan mengakhiri mabit di Mina pada 12 Zulhijjah. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)

batampos – Jutaan jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, diperkirakan memilih mengambil nafar awal pada rangkaian ibadah lontar jumrah musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sejak Jumat (29/5) dini hari atau 12 Zulhijjah waktu Arab Saudi, arus jamaah yang kembali dari Mina menuju Kota Makkah berlangsung sangat padat.

Kepadatan terlihat di kawasan Jamarat hingga jalan-jalan utama menuju Makkah. Ribuan bus dan jutaan jamaah yang berjalan kaki menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi nyaris tidak bergerak.

Jamaah yang mengambil nafar awal menuntaskan mabit di Mina pada 12 Zulhijjah setelah menyelesaikan lontar jumrah. Selanjutnya mereka kembali ke Makkah sebelum matahari terbenam. Sementara jamaah yang memilih nafar tsani akan bermalam satu malam lagi di Mina dan kembali ke Makkah setelah melontar jumrah pada 13 Zulhijjah.

Nafar awal merupakan salah satu pilihan dalam pelaksanaan mabit di Mina. Jamaah yang telah menyelesaikan lontar jumrah pada 12 Zulhijjah diperbolehkan meninggalkan Mina dan kembali ke Makkah sebelum waktu magrib. Jika masih berada di Mina atau kawasan Jamarat setelah matahari terbenam, jamaah wajib melanjutkan mabit dan mengambil nafar tsani.

“Alhamdulillah, kami sudah mengambil nafar awal,” ujar Reni Kustanti, jamaah haji Kloter SUB 112 yang baru tiba di hotelnya di Makkah usai melontar jumrah.

Reni mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah di Mina berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan selama berada di tenda Mina.

“Lumayan nyaman. Makanan berlimpah. Alhamdulillah tidak berdesakan. AC-nya malah sampai membuat kami kedinginan,” katanya.

Ungkapan syukur juga disampaikan Kasmilah Ngateman, jamaah asal Kabupaten Kediri berusia 76 tahun. Karena faktor usia dan kondisi fisik, proses lontar jumrah dirinya diwakilkan atau dibadalkan.

“Anak saya berpesan agar saya tidak memaksakan diri. Kerjakan yang wajib saja, lontar jumrahnya dibadalkan,” ujarnya.

Kasmilah yang berangkat haji tanpa didampingi keluarga mengaku bersyukur dapat memenuhi panggilan Allah SWT di usia senja. Ia juga mengaku tidak mengalami kendala berarti selama menjalani puncak ibadah haji.

“Wis syukur, mpun sepuh saget nekani timbalane Allah,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Tugas Mina, Zaenal Muttaqin, mengatakan sebagian besar jamaah haji Indonesia memilih mengambil nafar awal.

“Untuk jamaah yang meninggalkan Mina dengan nafar awal sekitar 68 persen atau sebanyak 132.568 jamaah,” ujarnya.

Jumlah tersebut setara dengan 424 kelompok terbang (kloter) dari total 527 kloter jamaah haji Indonesia tahun ini.

Zaenal menjelaskan, pergerakan jamaah nafar awal dari tenda-tenda Mina dijadwalkan berakhir pada pukul 14.00 waktu Arab Saudi agar seluruh jamaah dapat tiba di Makkah sebelum matahari terbenam.

“Kalaupun nanti melewati batas waktu terbenam matahari, meskipun dijadwalkan nafar awal, maka mereka harus melanjutkan mabit di Mina dan mengambil nafar tsani,” tegasnya. (*)

Petugas haji terus mengawal proses perpindahan jamaah dari Mina menuju Makkah untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar hingga berakhirnya fase puncak haji.

Editor : Jamil Qasim
#Nafar Awal #jamaah haji