batampos - Sebanyak 12 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kabupaten Bekasi, Minggu petang.
Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan seluruh armada dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman di lokasi kejadian.
“Dua belas mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang,” ujar Adhi di lokasi kejadian.
Api Cepat Membesar, Damkar Tambah Bantuan
Awalnya, tim pemadam mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Namun karena besarnya kobaran api, tambahan bantuan segera diminta dari berbagai pihak.
Selain Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI.
“Kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi karena api cukup besar,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Larang ASN Live Media Sosial di Jam Kerja
Material Mudah Terbakar Hambat Pemadaman
Adhi menjelaskan, proses pemadaman mengalami kendala karena objek yang terbakar merupakan gudang limbah berisi plastik, kain tekstil, dan material mudah terbakar lainnya.
Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
“Material yang terbakar berupa limbah plastik dan limbah tekstil seperti kain majun. Itu yang membuat proses pemadaman memakan waktu lebih lama,” ujarnya.
Hingga sekitar dua setengah jam setelah kejadian, api masih belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Dampak Kebakaran dan Penyelidikan
Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan gudang dan satu unit truk, tetapi juga berdampak pada tiga rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, pihak damkar belum dapat memastikan sumber api. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh kepolisian.
“Untuk dugaan sementara belum bisa dipastikan. Nanti pihak kepolisian yang akan melakukan penyelidikan,” kata Adhi. (*)
Editor : Putut Ariyo