Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Usai Puncak Haji, Jamaah Indonesia Gelombang II Mulai Bergerak ke Madinah

jpg • Selasa, 9 Juni 2026 | 09:31 WIB
Jamaah haji kloter SUB 59 bersiap meninggalkan Kota Makkah menuju Madinah, Minggu (7/6/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)
Jamaah haji kloter SUB 59 bersiap meninggalkan Kota Makkah menuju Madinah, Minggu (7/6/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)

batampos  – Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Makkah, jamaah haji Indonesia gelombang II mulai diberangkatkan menuju Madinah pada Minggu (7/6). Perjalanan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian ibadah sebelum mereka kembali ke Tanah Air.

Sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) diberangkatkan secara bertahap sejak pagi hingga petang waktu Arab Saudi. Lima di antaranya berasal dari Embarkasi Surabaya.

Suasana haru mewarnai keberangkatan jamaah. Kerinduan untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW dan beribadah di Masjid Nabawi tampak begitu kuat dirasakan para jamaah.

Salah satunya Abdul Munif (63), jamaah asal Desa Sumberejo, Wonoayu, Sidoarjo, yang tergabung dalam Kloter SUB 59 bersama istrinya, Arief Pristiani. Meski kondisi fisiknya masih terdampak stroke yang dialaminya sekitar satu setengah tahun lalu, ia tetap bersemangat menuju Madinah.

Dengan bantuan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Abdul Munif perlahan menaiki bus yang akan membawanya ke Kota Nabi.

“Aku mau ke makam Rasul,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sepanjang perjalanan menuju bus, lantunan doa dan zikir terus mengalir dari bibirnya. Wajahnya memancarkan kebahagiaan karena segera dapat menziarahi makam Rasulullah SAW dan berdoa di Raudhah.

Hal serupa dirasakan Supatin, jamaah Kloter SUB 60 asal Jombang. Ia mengaku ingin lebih fokus beribadah selama berada di Madinah.

“Saya tidak belanja lagi,” ujarnya.

Menurut Supatin, ia sudah membeli cukup banyak oleh-oleh untuk keluarga dan cucunya saat berada di Makkah, termasuk boneka unta yang dapat mengeluarkan suara talbiyah.

“Saya beli boneka unta. Harganya Rp50 ribu, tapi karena beli lima dapat harga Rp40 ribu per buah. Bonekanya bisa berbunyi ‘Labbaik Allahumma Labbaik’,” katanya.

Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan proses pergeseran jamaah ke Madinah berlangsung lancar. Bahkan pada beberapa kloter, koper bagasi jamaah dapat langsung diangkut bersama bus yang membawa jamaah.

“Alhamdulillah seluruh koper bisa masuk dan proses keberangkatan berjalan lancar,” ujarnya.

Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan, proses naik bus dilakukan secara bertahap dengan prioritas bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jamaah berkebutuhan khusus. Setelah itu disusul jamaah perempuan, jamaah laki-laki, hingga petugas kloter.

Selama perjalanan menuju Madinah, paspor jamaah tetap dipegang oleh sopir bus dan akan dikelola oleh pihak syarikah. Dokumen tersebut baru akan dikembalikan kepada jamaah menjelang kepulangan ke Indonesia melalui Bandara Madinah.

Ihsan menjelaskan, jamaah yang masih menjalani perawatan kesehatan di Makkah akan diberangkatkan ke Madinah setelah mendapatkan izin dari dokter.

“Jika kondisi kesehatannya belum memungkinkan, jamaah akan tetap dirawat terlebih dahulu di rumah sakit Arab Saudi,” katanya.

Ia juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Madinah dan tidak memaksakan diri beribadah apabila kondisi tubuh tidak fit.

Meski jarak hotel ke Masjid Nabawi relatif lebih dekat dibandingkan hotel ke Masjidil Haram di Makkah, jamaah tetap diminta mengatur aktivitas dengan baik agar tetap sehat hingga kembali ke Tanah Air.

Selain itu, jamaah diimbau mengingat nama hotel dan sektor tempat mereka menginap karena di Madinah tidak menggunakan sistem nomor hotel seperti di Makkah.

“Jika lupa lokasi hotel, jamaah bisa bertanya kepada petugas sektor di sekitar Masjid Nabawi dengan menyebutkan nama hotel dan sektornya,” ujar Ihsan. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Gelombang II #haji