batampos– Presiden Prabowo Subianto mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersama-sama mengawal dan menyelamatkan kekayaan negara yang selama ini dinilai banyak mengalami kebocoran.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6).
Dalam sambutannya, Prabowo mengaku merasa nyaman berada di tengah keluarga besar NU karena organisasi tersebut dinilainya memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme yang kuat.
“Saya selalu merasa nyaman di tengah Keluarga Besar NU, nyaman dan aman, karena NU memang organisasi keagamaan, tetapi sangat nasionalis, patriotik, dan cinta tanah air,” ujar Prabowo.
Presiden mengungkapkan bahwa selama 22 tahun terakhir Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 436 miliar dolar AS. Namun, menurutnya, sekitar 346 miliar dolar AS atau setara Rp5.800 triliun justru mengalir ke luar negeri dan hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
“Data dan fakta itu saya sampaikan kepada NU agar para pemimpin NU mengerti kenapa gaji guru tidak naik-naik dan kenapa anggaran negara selalu terasa kurang. Bukan karena kita tidak kaya sumber daya alam, tetapi karena uangnya terus diambil dan mayoritas dibawa ke luar negeri,” katanya.
Prabowo mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang terus kehilangan darah sehingga menjadi lemah. Karena itu, Indonesia membutuhkan sistem yang mampu menjaga dan menyelamatkan kekayaan negara agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada NU yang selama ini dinilai berperan sebagai penjaga stabilitas bangsa dalam berbagai situasi.
“Keluarga Besar NU adalah faktor stabilisator yang membuat bangsa dan negara ini aman dan nyaman. Saya yakin NU akan selalu memiliki peran positif karena para kiai dan ulama merupakan tokoh yang paling dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali menegaskan komitmennya menjalankan amanat konstitusi dan memberantas berbagai bentuk penyimpangan yang merugikan negara.
“Setelah menjadi presiden, saya melihat fakta penyimpangan yang selama ini kita biarkan dan hanya memperkaya segelintir orang. Saya tidak ingin mengingkari sumpah,” tegasnya.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo memastikan program tersebut tetap berjalan karena ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau disetop itu aneh, karena MBG itu program untuk rakyat susah. Kalau ada yang perlu diperbaiki, saya sepakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo dalam acara tersebut dan menegaskan komitmen NU untuk terus menjaga keutuhan bangsa serta mendukung pembangunan nasional.
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar juga menyatakan bahwa NU akan terus mendukung pemerintah selama kebijakan yang dijalankan tetap berada dalam koridor kebaikan dan kemaslahatan umat.
“Presiden selalu memikirkan rakyat, karena itu kita husnuzan untuk memperbaiki yang kurang,” ujar Miftachul Akhyar.
Artikel ini menekankan pesan utama Presiden Prabowo tentang pentingnya menjaga kekayaan nasional agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
Editor : Jamil Qasim