Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali dalam Empat Jam, Letusan Capai 1,3 Kilometer

Antara • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:01 WIB
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 1. 300 meter di atas puncak pada Jumat (3/7/2026). ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 1. 300 meter di atas puncak pada Jumat (3/7/2026). ANTARA/HO-PVMBG

batampos – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tercatat mengalami tujuh kali erupsi dalam rentang waktu sekitar empat jam pada Jumat (3/7), dengan tinggi kolom letusan mencapai 400 hingga 1.300 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 06.06 WIB. Kolom abu teramati setinggi sekitar 700 meter di atas puncak dengan warna kelabu dan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 108 detik.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.22 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 400 meter di atas puncak.

Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 07.29 WIB, Semeru kembali meletus dengan kolom abu mencapai 1.100 meter. Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 07.58 WIB dengan tinggi letusan sekitar 1.300 meter di atas puncak.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 08.45 WIB. Kali ini kolom abu mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas sedang mengarah ke selatan.

Aktivitas erupsi berlanjut pada pukul 09.48 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.300 meter. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Erupsi ketujuh terjadi pada pukul 10.18 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah selatan.

Liswanto menjelaskan, hingga saat ini aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar kawasan tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran material pijar.

Warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Gunung Semeru