batampos – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 mengguncang wilayah Selat Sunda, dekat Provinsi Banten, pada Rabu (8/7) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil analisis menunjukkan gempa dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
"Gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault dengan kedalaman pusat gempa berada pada 43 kilometer. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/7).
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 6,83 Lintang Selatan dan 105,04 Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 62 kilometer barat daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Berdasarkan peta guncangan dan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di Kecamatan Sumur dan sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan intensitas III hingga IV MMI.
Pada skala IV MMI, guncangan dirasakan banyak orang di dalam rumah maupun sebagian orang di luar rumah. Getaran juga dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi.
Sementara pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.
Hingga pukul 03.05 WIB, BMKG menyatakan belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak juga diminta memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan demi menjaga keselamatan. (*)
Editor : Jamil Qasim