Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pendapatan Petani Meningkat Lewat Program PM-AAS, Keuntungan Diklaim Capai Rp16 Juta per Bulan

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 9 Juli 2026 | 17:15 WIB
Mentan Amran saat memberikan arahan kepada kepala dinas pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pemerintah daerah dari seluruh Indonesia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (9/7). F Mentan untuk Batam Pos
Mentan Amran saat memberikan arahan kepada kepala dinas pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pemerintah daerah dari seluruh Indonesia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (9/7). F Mentan untuk Batam Pos

Batampos - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut sistem Pertanian Modern PM-AAS tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mampu mendongkrak pendapatan petani dibandingkan metode budidaya konvensional.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan petani, bukan sekadar kenaikan produksi. "Pertanian modern harus bertransformasi menjadi pertanian yang menjadikan petani sejahtera,” ujar Mentan Amran saat memberikan arahan kepada jajaran Kementerian Pertanian, kepala dinas pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan analisis usaha tani, sistem budidaya konvensional membutuhkan biaya produksi sekitar Rp13 juta per hektare dengan hasil rata-rata 5,2 ton gabah. Dari kondisi tersebut, keuntungan petani sekitar Rp20,79 juta per musim tanam atau setara pendapatan sekitar Rp5,19 juta per bulan.

Baca Juga: Obsidian Garap Gim Fallout Baru, Franchise Legendaris Siap Bangkit Lagi

Sementara pada sistem PM-AAS, biaya produksi meningkat menjadi sekitar Rp15,17 juta per hektare.

Namun peningkatan biaya sekitar Rp2 juta itu mampu menghasilkan produksi hingga 12,4 ton gabah per hektare.

Keuntungan petani pun melonjak menjadi Rp65,43 juta per musim tanam atau sekitar Rp16,36 juta per bulan.

Rasio keuntungan (Benefit Cost Ratio/B/C Ratio) juga meningkat dari 1,60 menjadi 4,31.

“Biaya hanya naik sekitar Rp2 juta, tetapi pendapatan bersih petani meningkat dari sekitar Rp5 juta menjadi Rp16,3 juta per bulan. Naik tiga kali lipat. Ini yang kita kejar,” kata Amran.

Baca Juga: WNA Pelaku Scamming Jalani Proses Hukum di Tiongkok dan Dicekal Seumur Hidup

Menurutnya, jika petani memperoleh keuntungan yang lebih besar, minat masyarakat untuk menanam juga akan meningkat sehingga target swasembada pangan nasional lebih mudah dicapai.

Amran menambahkan, apabila produksi padi nasional terus meningkat melalui penerapan PM-AAS, pemerintah juga memiliki peluang mengembangkan komoditas strategis lain seperti kedelai, bawang putih, dan cabai pada lahan yang sama setelah panen padi.

“Insyaallah petani semakin sejahtera dan swasembada pangan berkelanjutan bisa kita wujudkan,” pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Sistem Pertanian Modern PM-AAS #mentan amran #pertanian