Batampos - Pelajar SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan penyintas bencana banjir bandang Aceh, Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang lolos menjadi Paskibraka nasional 2026.
"Alhamdulillah peringkat pertama di tingkat Aceh, dan lanjut ke tingkat nasional, setelah melewati semua tes saya dinyatakan lulus mewakili Aceh di nasional," kata Zilqueensa di Banda Aceh seperti dikutip dari Antara, kemarin.
Perempuan yang akrab disapa Queen itu dinyatakan lolos Paskibraka nasional setelah melewati tahapan seleksi daerah, ia mewakili Aceh bersama pelajar lainnya yakni M Hibban Annapis asal SMA Modal Bangsa Aceh Besar.
Baca Juga: Final Kepagian! Prancis vs Spanyol Adu Gengsi dan Tiket ke Final Piala Dunia 2026
Queen menjelaskan, kelulusannya menjadi Paskibraka nasional setelah mendapat peringkat pertama ujian akademik dan fisik sejak dari tingkat kabupaten hingga provinsi, dan akhirnya lolos tes nasional.
"Dinyatakan lulus setelah mengikuti seleksi di kabupaten peringkat satu, provinsi juga peringkat satu," ujarnya.
Dia mengungkapkan, saat bencana banjir pada akhir 2025, rumahnya ikut terendam hingga empat meter dan dipenuhi lumpur. Barang-barang usaha binatu orang tuanya juga terdampak musibah tersebut.
Setelah itu, semangatnya untuk mengejar cita-cita menjadi anggota Paskibraka sempat meredup setelah bencana akibat kondisi di wilayah tempat tinggalnya yang lumpuh, dan aktivitas sekolah tidak aktif selama dua bulan.
Baca Juga: 862 Calon Murid Batam Belum Dapat Sekolah, Disdik Kepri Tambah Kuota di Sejumlah SMK
"Tapi saat kondisi mulai pulih saya semangat lagi. Saya berpikir tidak mungkin karena bencana datang semangat saya turun, tidak mungkin saya berhenti di sini, di situlah saya bertekad untuk terus maju," katanya.
Dalam kesempatan ini, Queen juga menegaskan sudah mempersiapkan diri menjadi Paskibraka nasional pada upacara HUT ke 81 Republik Indonesia mendatang, baik mental hingga fisik.
"Saya sangat siap, secara mental dan fisik untuk menjalani Paskibraka di tingkat pusat," tegas Zilqueensa.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Tamiang, Agusliana Devita menyatakan seleksi Paskibraka Aceh Tamiang dilaksanakan sejak Februari 2026 saat kondisi masih belum kondusif.
Proses seleksi sendiri memanfaatkan jalan komplek perkantoran yang ada, karena lapangan-lapangan yang ada belum dapat digunakan, termasuk sarana olahraga yang saat itu masih ditempati pengungsi.
"Alhamdulillah walaupun Aceh Tamiang dalam kondisi memprihatinkan, tidak menurunkan semangat anak-anak ikuti seleksi, dan ada 300 anak yang mendaftar seleksi," katanya.
Agusliana menyampaikan, antusiasme pelajar untuk mengikuti seleksi Paskibraka cukup tinggi.
"Ini prestasi Aceh Tamiang sejak kabupaten ini lahir. Ini luar biasa, saat Aceh Tamiang dalam kondisi tidak baik-baik, bisa melahirkan anak berprestasi di tengah keterbatasan. Kami sangat bangga," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak