batampos – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menegaskan keputusannya menjadi penasihat hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, bukan karena alasan finansial. Menurutnya, ia terpanggil untuk mendampingi Febrie demi menjaga marwah Presiden Prabowo Subianto.
Hotman menilai Febrie merupakan salah satu mantan Jampidsus yang berhasil mengembalikan kerugian negara dalam jumlah besar melalui penanganan berbagai perkara korupsi.
Ia menyebut nilai aset dan dana yang berhasil dipulihkan ke kas negara selama masa kepemimpinan Febrie mencapai sekitar Rp430 triliun.
"Saya merasa terpanggil. Presiden berkali-kali membanggakan keberhasilan Jampidsus mengembalikan uang negara hingga puluhan triliun rupiah. Kok bisa kemudian dipermalukan dengan proses yang menurut saya melanggar KUHAP," kata Hotman, Sabtu (18/7).
Menurut Hotman, proses penyidikan hingga penetapan Febrie sebagai tersangka telah melanggar ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Bahkan, ia menantang pihak yang berpendapat sebaliknya.
"Kalau ada yang mengatakan itu tidak melanggar KUHAP, ayo sama-sama robek gelar sarjana hukum kita. KUHAP benar-benar tidak dipakai dalam kasus ini," ujarnya.
Hotman juga menegaskan dirinya tidak mengharapkan bayaran dari perkara tersebut. Ia mengaku telah lama menangani berbagai perkara besar, termasuk untuk klien-klien dari kalangan pengusaha dan konglomerat.
"Saya tidak butuh uang lagi. Semua klien saya konglomerat. Saya menangani perkara-perkara bisnis besar, termasuk di Singapura," katanya.
Menurut Hotman, alasan utama dirinya menerima kuasa hukum Febrie adalah karena tidak ingin melihat marwah Presiden Prabowo tercoreng.
"Saya tidak rela marwah Bapak Presiden, yang juga merupakan klien saya selama bertahun-tahun, diinjak-injak. Itulah alasan saya terpanggil membela perkara ini," tegasnya.
Ia juga mengaku tidak berharap mendapat honorarium besar dari Febrie.
"Saya tahu tidak mungkin beliau membayar saya mahal. Tarif saya memang sangat tinggi, tetapi dalam perkara ini saya tidak mengharapkan uang," pungkas Hotman. (*)
Editor : Jamil Qasim