batampos – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem pengawasan untuk memantau hubungan kerja antara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pemasok bahan baku. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan proses pengadaan berjalan transparan sekaligus mencegah praktik permainan harga maupun kongkalikong.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, sistem tersebut akan membuat proses pemilihan dan pengadaan bahan baku lebih objektif karena berbasis mekanisme yang terukur.
Menurut dia, pengadaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh pihak, baik SPPG maupun supplier.
Baca Juga: BPIP Gandeng Perempuan Bangsa Kepri Perkuat Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila
"Agar bisa mendapatkan perlakuan yang adil melalui sistem dan menghindari praktik hanky-panky atau kongkalikong antara penyedia dan pihak yang membutuhkan, termasuk dapur-dapur SPPG," ujar Sudaryono dalam konferensi pers, Senin (27/7).
Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menegaskan, BGN tidak ingin proses pengadaan bahan makanan dilakukan berdasarkan kedekatan pribadi maupun kepentingan tertentu. Menurutnya, pemilihan supplier harus mengutamakan kualitas, transparansi, dan kebutuhan program.
"Jangan sampai yang dipilih adalah pihak-pihak tertentu secara subjektif, kemudian ada yang mengambil keuntungan dari kesempatan tersebut," katanya.
Sudaryono juga mengingatkan para kepala SPPG agar tidak melakukan praktik yang merugikan program, seperti menaikkan harga bahan baku secara tidak wajar atau meminta imbalan dari mitra penyedia.
Baca Juga: Investor Tiongkok Ingin Kawasan Industri Batam Diberlakukan Seperti KEK, Ini Jawaban BP Batam
Ia menyebut tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran yang tidak akan ditoleransi.
"Siapa pun yang melakukan pelanggaran, jika terbukti, akan kami tindak tegas. Kami bisa melakukan pemecatan dan dapurnya dapat disuspensi atau ditutup," tegasnya.
Menurut Sudaryono, pengawasan ketat diperlukan agar ulah oknum tertentu tidak mencoreng kerja keras banyak pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
Ia berharap sistem yang dibangun BGN dapat memperkuat tata kelola program sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat. (*)
Editor : M Tahang