Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

1.653 Sekolah Dicoret dari Penerima MBG, BGN Ungkap Penyebabnya

j
Penulis: jpg❯
Siswa merapikan ompreng MBG saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Negeri 15 Slipi, Jakarta, Rabu (09/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
Siswa merapikan ompreng MBG saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Negeri 15 Slipi, Jakarta, Rabu (09/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

Advertisement

batampos – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mencoret 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diambil setelah pemerintah melakukan pendataan ulang terhadap sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program nasional tersebut.

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan sekolah yang dikeluarkan dari daftar penerima MBG terdiri atas sekolah swasta internasional, satuan pendidikan yang bekerja sama dengan lembaga internasional maupun nasional, serta sekolah yang dinilai mampu membiayai operasionalnya secara mandiri tanpa bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Saya, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional hari ini telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerimaan manfaat Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia," ujar Sudaryono melalui akun Instagram resminya, Kamis (10/9).

Advertisement

Pendataan Ulang Penerima MBG

Penyesuaian daftar penerima dilakukan BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan program tepat sasaran.

Dari sekitar 580.000 satuan pendidikan di Indonesia yang meliputi sekolah negeri, sekolah swasta, madrasah, pondok pesantren, hingga lembaga pendidikan keagamaan lainnya, lebih dari 340.000 sekolah telah menerima manfaat Program MBG.

Advertisement

Artinya, masih terdapat sekitar 240.000 satuan pendidikan yang belum memperoleh layanan makan bergizi gratis.

Banyak Sekolah Ajukan Permohonan MBG

Sudaryono mengatakan BGN terus menerima surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum masuk dalam daftar penerima MBG. Seluruh usulan tersebut akan diverifikasi sebelum dimasukkan ke dalam tahapan perluasan program berikutnya.

"Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai dengan saat ini, dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai tahapan yang kami punyai," katanya.

Wilayah 3T dan Daerah Stunting Jadi Prioritas

BGN memastikan perluasan layanan MBG akan difokuskan terlebih dahulu ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang memiliki prevalensi stunting tinggi.

Maluku dan Papua menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian khusus. Menurut Sudaryono, sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut hingga kini belum menerima manfaat Program MBG.

Advertisement

Artikel Terkait

MBG Buka Peluang Pasar bagi UMKM, Petani, dan Peternak Lokal

MBG Buka Peluang Pasar bagi UMKM, Petani, dan Peternak Lokal

Sebanyak 52.689 UMKM tercatat menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis hingga 9 Oktober 2026.

Penyaluran MBG di Sejumlah Sekolah Batam Terhenti, BGN Mutakhirkan Data Penerima

Penyaluran MBG di Sejumlah Sekolah Batam Terhenti, BGN Mutakhirkan Data Penerima

Penyaluran MBG di sejumlah sekolah negeri di Batam terhenti sementara karena pemutakhiran data penerima manfaat oleh BGN pusat

MBG Pakai Skema Prasmanan, Diklaim Bisa Kurangi Sisa Makanan

MBG Pakai Skema Prasmanan, Diklaim Bisa Kurangi Sisa Makanan

Analis politik Fadhil Abdurrahim mengusulkan skema prasmanan untuk MBG guna mengurangi sisa makanan dan memperkuat pendidikan karakter siswa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer