Hari Kedua Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Salurkan Total 52 Ton Bantuan

Antara • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 09:31 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (tengah) di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/8/2026), mengecek paket bantuan untuk para pengungsi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (tengah) di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/8/2026), mengecek paket bantuan untuk para pengungsi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

 batampos – Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, tambahan 25 ton bantuan logistik tiba di sejumlah daerah terdampak pada hari kedua penanganan bencana, Minggu (16/8). Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah disalurkan sejak hari pertama mencapai 52 ton.

Bantuan tersebut terdiri atas makanan siap saji, air minum, sembako, obat-obatan dan alat kesehatan, tenda, air bersih, serta berbagai kebutuhan lainnya bagi masyarakat yang mengungsi.

“Di hari kedua, bantuan logistik terus didatangkan untuk saudara-saudara kita di NTT. Pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi,” kata Teddy saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/8) dini hari.

Teddy menjelaskan, tambahan 25 ton logistik yang tiba di NTT langsung didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak melalui jalur darat, pesawat, dan helikopter.

Bantuan tersebut dikirim menuju Labuan Bajo, Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Sebelumnya, bantuan diberangkatkan dari Jakarta pada Sabtu malam menggunakan dua pesawat Hercules C-130J TNI AU dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere.

25 Ton Logistik Tambahan

Adapun tambahan 25 ton logistik yang tiba pada hari kedua terdiri atas lima ton makanan siap saji, empat ton air minum, dan 16 ton sembako.

Selain logistik, pemerintah juga mengerahkan tim relawan dan tenaga kesehatan lengkap dengan obat-obatan serta peralatan medis. Bantuan berupa tenda, air bersih, dan berbagai kebutuhan pengungsi turut disalurkan ke lokasi terdampak.

Teddy mengatakan pemerintah terus memastikan distribusi bantuan tidak hanya tiba di daerah tujuan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang berada di lokasi terdampak.

Sejumlah pejabat negara dari Kabinet Merah Putih juga telah diterjunkan ke lapangan sejak hari pertama untuk memimpin langsung penanganan bencana.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berada di Kabupaten Manggarai Timur, sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno berada di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Selanjutnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berada di Kabupaten Ende; Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Maumere, Kabupaten Sikka; serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii juga berada di Kabupaten Manggarai.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri berada di Reo, Kabupaten Manggarai.

Upacara HUT RI Bersama Pengungsi

Menko PMK Pratikno sebelumnya menyampaikan bahwa para menteri dan wakil menteri yang berada di wilayah terdampak akan mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama para pengungsi.

Upacara peringatan HUT RI tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (17/8/2026) pagi di NTT.

Pemerintah berharap kehadiran langsung para pejabat negara di lokasi bencana dapat mempercepat koordinasi penanganan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa terpenuhi. (*)

Editor : Jamil Qasim
gempa NTT Pemerintah Salurkan bantuan