Gempa NTT, Kemensos Salurkan 30 Ton Beras dan 5.500 Paket Sembako

jpg • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Kementerian Sosial menyalurkan 30 ton beras reguler dan 5.500 paket sembako ke enam kabupaten terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (16/8). (Istimewa)
Kementerian Sosial menyalurkan 30 ton beras reguler dan 5.500 paket sembako ke enam kabupaten terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (16/8). (Istimewa)

batampos – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan 30 ton beras reguler dan 5.500 paket sembako kepada masyarakat di enam kabupaten terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026).

Selain bantuan pangan, Kemensos juga mengoperasikan dapur umum serta mendistribusikan berbagai logistik kedaruratan selama masa tanggap darurat. Personel tambahan turut dikerahkan untuk memastikan pelayanan dan distribusi bantuan berjalan optimal.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan seluruh armada Kemensos dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana, terutama para pengungsi.

“Perintahnya jelas, masyarakat yang terdampak harus segera mendapatkan pelayanan. Kebutuhan makan, tempat pengungsian, pakaian, perlengkapan keluarga dan kebutuhan dasar lainnya harus kita pastikan tersedia,” ujar Agus Jabo di Manggarai, dikutip Senin (17/8).

Dapur Umum Produksi 4.100 Nasi Bungkus per Hari

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga di lokasi pengungsian, dapur umum Kemensos telah dioperasikan secara penuh di sejumlah wilayah terdampak.

Dapur umum yang berada di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai tersebut akan terus beroperasi hingga masa tanggap darurat berakhir.

Saat ini, dapur umum mampu memproduksi hingga 4.100 porsi nasi bungkus setiap hari. Pemenuhan kebutuhan makanan bagi masyarakat terdampak juga diperkuat melalui sinergi dengan dukungan makanan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita ingin memastikan tidak ada warga di pengungsian yang kesulitan mendapatkan makanan. Dapur umum akan terus bekerja sesuai kebutuhan selama masa tanggap darurat,” tegas Agus Jabo.

Bantuan Disebar ke Enam Kabupaten

Distribusi bantuan logistik dan bahan pangan dilakukan ke enam kabupaten yang terdampak gempa, yakni Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende.

Masing-masing kabupaten mendapatkan alokasi 5 ton beras reguler, sehingga total bantuan beras yang disalurkan mencapai 30 ton.

Untuk bantuan sembako, Kabupaten Nagekeo menerima 500 paket, sedangkan lima kabupaten lainnya masing-masing mendapatkan 1.000 paket sembako.

Bantuan tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan langsung masyarakat, tetapi juga mendukung operasional dapur umum di wilayah masing-masing.

“Distribusi dilakukan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah. Kalau kebutuhan di lapangan berkembang, tentu dukungannya juga akan kita sesuaikan,” kata Agus Jabo.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di NTT tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. (*)

Editor : Jamil Qasim
Kemensos gempa NTT paket sembako