Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KPK Dalami Risiko Korupsi Program Sekolah Rakyat, Soroti Pengadaan Barang dan Jasa

A
Penulis: Antara❯
Lahan yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan. Sertifikat lahan telah diterbitkan BPN dan kini menunggu kelengkapan dokumen lingkungan. F. Renny untuk Batam Pos.
Lahan yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan. Sertifikat lahan telah diterbitkan BPN dan kini menunggu kelengkapan dokumen lingkungan. F. Renny untuk Batam Pos.

Advertisement

batampos — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan kajian pencegahan korupsi terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang dijalankan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan kajian tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional, khususnya untuk memastikan tata kelola pengadaan berjalan transparan dan akuntabel.

“Sebagai bentuk dukungan pada program Sekolah Rakyat, dalam kerangka pencegahan korupsi, saat ini KPK melalui Direktorat Monitoring sedang melakukan kajian,” ujar Budi di Jakarta, Senin.

Advertisement

Menurut dia, kajian ini bertujuan memetakan potensi titik rawan korupsi dalam pelaksanaan program, terutama pada sektor pengadaan barang dan jasa.

Dengan pemetaan tersebut, KPK berharap para pemangku kepentingan dapat meningkatkan kewaspadaan sejak dini agar setiap proses berjalan lebih cermat dan sesuai aturan.

“Sehingga prosesnya bisa lebih transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Advertisement

Pernyataan ini disampaikan KPK sebagai respons atas sorotan publik terkait pengadaan sepatu dalam program Sekolah Rakyat yang disebut bernilai sekitar Rp700 ribu per pasang, sementara harga pasaran dinilai jauh lebih rendah.

KPK menilai sektor pengadaan barang dan jasa masih menjadi area paling rentan terhadap praktik korupsi. Berdasarkan data penindakan KPK periode 2004–2025, terdapat 446 kasus dari total 1.782 perkara yang berkaitan dengan pengadaan.

Modus yang paling sering ditemukan antara lain perencanaan pengadaan yang tidak sesuai kebutuhan, manipulasi harga perkiraan sendiri (HPS), penyalahgunaan sistem e-purchasing, hingga pengaturan pemenang tender oleh pihak tertentu.

“Modus-modus ini masih sering muncul dalam berbagai kasus yang kami tangani,” jelas Budi.

Advertisement

Artikel Terkait

Cara Cek Desil BPS 2026 untuk Bansos dan Subsidi Pertalite

Cara Cek Desil BPS 2026 untuk Bansos dan Subsidi Pertalite

Simak cara cek desil BPS 2026 menggunakan NIK serta cara mengecek status bansos melalui portal resmi Kemensos dan BPS.

Gempa NTT, Kemensos Salurkan 30 Ton Beras dan 5.500 Paket Sembako

Gempa NTT, Kemensos Salurkan 30 Ton Beras dan 5.500 Paket Sembako

Kemensos menyalurkan 30 ton beras reguler dan 5.500 paket sembako kepada masyarakat di enam kabupaten terdampak gempa bumi di NTT

Kemensos Siapkan Anggaran Rp84,7 Triliun pada 2027, Target 1,5 Juta Keluarga Keluar dari Kemiskinan

Kemensos Siapkan Anggaran Rp84,7 Triliun pada 2027, Target 1,5 Juta Keluarga Keluar dari Kemiskinan

Kemensos menyiapkan pagu indikatif anggaran sebesar Rp84,7 triliun untuk tahun 2027. Sebagian besar anggaran tersebut akan difokuskan pada bansos.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer