Kisah 624 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Antara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 08:56 WIB
Ilustrasi suasana bandara Soekarno - Hatta di Cengkareng, Tangerang
Ilustrasi suasana bandara Soekarno - Hatta di Cengkareng, Tangerang

batampos - Sebanyak 624 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Gangguan tersebut memengaruhi sekitar 75.236 penumpang.

Operator bandara milik negara, InJourney Airports, mencatat penerbangan yang terdampak terdiri atas 461 penerbangan domestik, 156 penerbangan internasional, dan tujuh penerbangan kargo.

Asisten Deputi Komunikasi dan Legal InJourney Airports, Yudistiawan, mengatakan gangguan penerbangan terjadi seiring penutupan sementara ruang udara Bandara Soekarno-Hatta sebagai langkah untuk memastikan keselamatan penerbangan.

"Airlines telah memberitahukan calon penumpangnya. Garuda Indonesia, misalnya, telah mengumumkan penghentian operasional hari ini dan kami meyakini maskapai lainnya juga melakukan hal yang sama," kata Yudistiawan, Senin (7/9/2026).

Operasional Bandara Masih Menunggu Kondisi Aman

AirNav Indonesia sebelumnya menerbitkan Notice to Air Missions (NOTAM) terkait perpanjangan penutupan sementara ruang udara Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 23.59 WIB, Senin (7/9/2026).

Yudistiawan mengatakan belum ada kepastian mengenai jadwal keberangkatan penerbangan yang terdampak. Keputusan untuk kembali membuka operasional akan bergantung pada kondisi keselamatan dan keamanan penerbangan.

Karena itu, calon penumpang diminta tidak datang ke bandara sebelum ada pemberitahuan resmi mengenai dimulainya kembali operasional normal.

"Kami sangat mengimbau seluruh calon penumpang untuk memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing dan kanal komunikasi bandara," ujarnya.

Sediakan Bus Gratis untuk Penumpang

Untuk mengurangi kepadatan di Terminal 1, 2, dan 3, pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyediakan bus gratis bagi penumpang yang memilih melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

Bus tersebut melayani perjalanan menuju sejumlah kota besar di Pulau Jawa, antara lain Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Keberangkatan bus dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB dan 18.00 WIB dari titik penjemputan yang telah ditentukan di ketiga terminal.

Langkah tersebut dilakukan sebagai alternatif bagi penumpang yang perjalanannya terdampak penghentian sementara penerbangan.

Penumpang Terdampak Mendapat Makanan dan Tempat Istirahat

InJourney Airports juga menjalankan program pemulihan layanan bagi penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.

Pengelola menyediakan makanan dan minuman gratis bagi penumpang yang masih berada di area bandara. Selain itu, ruang karyawan di Terminal 3 dialihfungsikan menjadi tempat istirahat sementara.

Tempat tersebut dilengkapi 60 tempat tidur untuk membantu penumpang yang terpaksa menunggu di bandara.

Pengelola kembali mengingatkan calon penumpang agar tidak datang ke Bandara Soekarno-Hatta sebelum mendapatkan kepastian penerbangan dari maskapai.

"Kami menyarankan penumpang tetap berada di rumah sampai kami secara resmi mengumumkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta telah kembali beroperasi secara normal," kata Yudistiawan. (*)

Editor : Putut Ariyo
InJourney Airports Bandara Soekarno-Hatta Gunung Anak Krakatau Abu Vulkanik penerbangan