batampos – Pemerintah memastikan hak penumpang tetap terlindungi menyusul gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Di sisi lain, pemerintah berupaya menjaga konektivitas melalui pengalihan penerbangan dan penyediaan transportasi lanjutan.
Hal itu disampaikan AHY saat meninjau Posko Bersama di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (7/9) sore.
“Ini semua membuktikan bahwa kami semua berupaya agar ketika terjadi situasi yang tidak kita kehendaki, tetapi konektivitas masih harus terus dicarikan solusinya dengan pengalihan,” ujar AHY.
2.961 penerbangan terdampak
Dalam tiga hari terakhir, sebanyak 2.961 penerbangan terdampak akibat gangguan operasional penerbangan.
Rinciannya, 2.339 penerbangan merupakan penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional. Jumlah penumpang yang terdampak mencapai sedikitnya 341.411 orang.
Dari total penerbangan tersebut, sebanyak 2.930 penerbangan dibatalkan, 24 penerbangan mengalami penundaan atau penjadwalan ulang, sedangkan tujuh penerbangan dialihkan.
Untuk menjaga konektivitas udara, pemerintah menyiapkan 10 bandara yang beroperasi selama 24 jam sebagai pendukung pengalihan penerbangan.
Bandara tersebut yakni Kertajati, Ahmad Yani, Adi Soemarmo, Yogyakarta International Airport, Juanda, Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Syarif Kasim II, Minangkabau, Supadio, dan SAMS Sepinggan.
Penumpang berhak refund 100 persen
AHY menegaskan, penumpang yang penerbangannya dibatalkan akibat kondisi tersebut berhak memperoleh pengembalian biaya tiket atau refund 100 persen.
Ketentuan itu berlaku bagi tiket yang dibeli melalui berbagai kanal, mulai dari konter di bandara, aplikasi maskapai hingga online travel agent (OTA).
“Yang pertama, yang refund itu 100 persen harus dikembalikan, baik secara online maupun datang langsung ke bandara. Ini juga sudah disampaikan kepada OTA, Online Travel Agents, untuk juga memastikan mengikuti kebijakan ini,” kata AHY.
Pemerintah juga menyiapkan moda transportasi lanjutan bagi penumpang yang terdampak. Fasilitas tersebut meliputi bus DAMRI dan kereta api melalui kerja sama dengan PT KAI.
Transportasi lanjutan disiapkan, antara lain, untuk mendukung perjalanan menuju maupun dari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
WNA terdampak juga mendapat relaksasi
Selain penumpang domestik, pemerintah memperhatikan warga negara asing (WNA) yang terdampak pembatalan penerbangan.
Pemerintah menyiapkan relaksasi bagi WNA yang mengalami keterlambatan perjalanan hingga melewati batas izin tinggal akibat pembatalan penerbangan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian dan perlindungan kepada penumpang selama terjadi gangguan perjalanan.
AHY meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan terbaru melalui informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun pihak terkait.
“Kami semua berupaya agar masyarakat yang terdampak langsung tidak terlalu berat. Informasi atau progres dan update yang bisa disampaikan dari waktu ke waktu mohon agar diikuti oleh masyarakat luas,” ujarnya.
AHY juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi penerbangan. Menurut dia, kewaspadaan penting dilakukan tanpa menimbulkan kepanikan.
“Kita ingin memastikan masyarakat tetap waspada, teredukasi, tetapi tidak mengakibatkan adanya kepanikan yang luar biasa. Saya rasa ini adalah tugas kita bersama,” pungkasnya. (*)
Editor : Putut Ariyo