batampos – Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9). Delapan orang tersebut dilaporkan menghilang saat menggunakan speed boat untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Memasuki hari kedua operasi pencarian, Rabu (9/9), Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung mengerahkan tambahan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) beserta 17 personel untuk memperkuat operasi SAR di wilayah perairan Pandeglang, Banten.
Langkah tersebut dilakukan setelah Basarnas Lampung menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.33 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah, mengatakan RIB 02 diberangkatkan dengan tujuh personel, sedangkan RIB 03 membawa 10 personel. Kedua armada mulai bergerak menuju lokasi pencarian sejak pukul 07.00 WIB.
"Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan. Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban," ujar Deden.
Ia menegaskan seluruh personel diminta tetap mengutamakan faktor keselamatan mengingat kondisi perairan dan luasnya area pencarian.
Drone Thermal Dikerahkan
Selain armada laut, Tim SAR gabungan juga memanfaatkan drone thermal untuk membantu mendeteksi keberadaan korban, baik di permukaan laut maupun di pulau-pulau kecil sekitar lokasi kejadian.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten, Rizky Dwianto, mengatakan operasi pencarian dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) yang bergerak secara bersamaan.
Berbagai sarana dikerahkan dalam operasi tersebut, antara lain KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB Basarnas Banten, dua RIB Basarnas Lampung, rescue car, truk personel, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, dan komunikasi.
Pada hari kedua, area pencarian diperluas hingga ke garis pantai Pulau Rakata dan Pulau Panjang, selain menyisir perairan Selat Sunda.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter, sehingga operasi pencarian masih dapat berlangsung.
Delapan Korban Masih Dalam Pencarian
Hingga Rabu (9/9), seluruh penumpang speed boat masih berstatus dalam pencarian.
Berikut identitas delapan korban:
- Warta (55) – Kapten kapal
- Surakman (60) – Anak Buah Kapal (ABK)
- Heriyanto (49) – Pemandu (guide)
- M. Bagus Khoirunnas – Jurnalis ANTARA
- Arie Basuki – Jurnalis Merdeka.com
- Yudhistira – Jurnalis iNews
- Firdaus Wajidi – Jurnalis Anadolu
- Donal – Jurnalis lepas (freelance)
Basarnas mengimbau nelayan, operator transportasi laut, maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun speed boat yang digunakan rombongan tersebut. (*)
Editor : Putut Ariyo