Hotspot Turun, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Belum Berakhir

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 14:29 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau upaya pemadaman karhutla di Jambi pada Rabu (2/9). Pemerintah Pusat akan memperkuat peran Satgas Darat. (BNPB)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau upaya pemadaman karhutla di Jambi pada Rabu (2/9). Pemerintah Pusat akan memperkuat peran Satgas Darat. (BNPB)

 batampos - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta sinergi seluruh pihak dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat. Meski jumlah hotspot menunjukkan tren penurunan, kewaspadaan dinilai perlu dipertahankan karena ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir.

Raja Juli mengatakan, penurunan hotspot harus dijaga melalui kerja bersama agar ancaman karhutla dapat dikendalikan secara menyeluruh. Pemerintah, aparat, pemerintah daerah, hingga masyarakat diminta tetap aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

“Saya kira kita optimistis di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Kajati, Pak Pangdam, Pak Danrem, Manggala Agni, BNPB, BPBD, MPA, dan tentu partisipasi masyarakat,” kata Raja Juli di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (16/9).

Ia berharap keterlibatan berbagai unsur tersebut dapat terus menekan angka karhutla. Pemerintah, kata dia, tidak hanya menargetkan penurunan hotspot, tetapi juga berupaya menghilangkan titik api atau fire spot.

“Kita berharap ini bisa terus kita jaga, terus kita kolaborasikan, sehingga angka karhutla ini terus menurun dan kemudian mudah-mudahan bisa menjadi zero, baik hotspot maupun fire spot,” tegasnya.

Baca Juga: Kabut Asap Mengancam Keselamatan Berkendara, Ojol Diingatkan Waspada

Meski kondisi mulai membaik, Raja Juli mengingatkan ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino masih diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu dipertahankan hingga memasuki periode hujan alami. Karena itu, seluruh pihak diminta tidak lengah dalam melakukan pencegahan.

Raja Juli juga secara khusus mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak membuka lahan maupun perkebunan dengan metode pembakaran.

Menurutnya, pencegahan sejak awal penting dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi cuaca yang masih berisiko. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
hotspot Menteri Kehutanan Fire Spot karhutla el nino