batampos - Sebanyak 46 perguruan tinggi menghadiri Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 yang digelar di Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, 16-19 September 2026.
Ketua Panitia yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Muhammad Ruslin, mengatakan total 75 perguruan tinggi telah terdaftar sebagai peserta forum. Dari jumlah tersebut, 46 perguruan tinggi hadir mengikuti rangkaian kegiatan.
"Total 75 perguruan tinggi telah terdaftar sebagai peserta forum. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat 46 perguruan tinggi di antaranya hadir mengikuti rangkaian," ujar Ruslin di Makassar, Kamis (17/9/2026).
Sejumlah perguruan tinggi yang hadir antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Trunojoyo Madura.
Peserta lainnya berasal dari UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Palangkaraya, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, UPN Veteran Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Tidar, serta Unhas dan Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai tuan rumah.
Bahas Empat Isu Strategis Akademik
Ruslin menjelaskan, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi pimpinan perguruan tinggi untuk membahas berbagai persoalan strategis dalam pengelolaan akademik, khususnya di lingkungan perguruan tinggi negeri.
Ada empat agenda utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, Angka Efisiensi Edukasi (AEE) dan student success. Kedua, proporsi daya tampung mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.
Agenda ketiga berkaitan dengan bobot penilaian dan standar kompetensi lulusan. Keempat, pencegahan serta mitigasi kecurangan dalam proses seleksi mahasiswa baru.
"Forum ini untuk memperkuat konsolidasi antarpimpinan perguruan tinggi, khususnya dalam merespons dinamika pengelolaan akademik. Berbagai isu yang dibahas diharapkan dapat memperkaya perspektif masing-masing perguruan tinggi dalam menyusun dan mengembangkan kebijakan akademik," jelas Ruslin.
Rektor Unhas Dorong Kebijakan Berbasis Data
Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa saat membuka forum menekankan pentingnya kebijakan akademik yang berbasis data dan berorientasi pada hasil.
Menurut dia, perubahan demografi dan dinamika kelembagaan membuat perguruan tinggi perlu mengevaluasi pengelolaan akademik secara lebih menyeluruh, mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga kualitas lulusan.
"Di tengah transisi demografi dan kelembagaan ini, perguruan tinggi dituntut merumuskan kebijakan yang berbasis data (data-driven) dan berorientasi hasil (outcome-oriented)," ujar Jamaluddin.
Ia mengatakan forum tersebut dapat menjadi ruang untuk melakukan kalibrasi terhadap berbagai kebijakan akademik perguruan tinggi.
"Forum ini harus menjadi ruang kalibrasi kebijakan untuk mengevaluasi empat kerangka fundamental, yakni input PMB, proses akademik, luaran riset, dan kualitas lulusan," lanjut Prof JJ. (*)
Editor : Putut Ariyo