batampos - Ketua Umum Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) Maman Abdurrahman menegaskan organisasinya menjadi wadah bersama bagi seluruh alumni dari fakultas dan sekolah tinggi di lingkungan Trisakti.
Pernyataan tersebut disampaikan Maman di tengah penjelasan mengenai dinamika organisasi alumni Trisakti yang berlangsung selama puluhan tahun.
Maman menjelaskan, dinamika tersebut tidak terlepas dari persoalan yang pernah terjadi di lingkungan kampus. Menurut dia, dualitas organisasi alumni bermula dari konflik antara yayasan dan rektorat yang kemudian berdampak terhadap kondisi organisasi alumni.
"Dinamika sivitas akademika Trisakti ini cukup tinggi selama kurang lebih hampir 30 tahun, yang berangkat dari konflik antara yayasan dan rektorat, yang kemudian berimplikasi terhadap kondisi alumni kita," kata Maman, dikutip Minggu (20/9/2026).
Menurut Maman, kondisi di lingkungan kampus kemudian mengalami perubahan setelah tercapai kesepahaman antara yayasan dan rektorat untuk memperbaiki hubungan kelembagaan.
Kesepahaman tersebut, lanjut dia, menjadi bagian penting dalam membangun citra positif kampus sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan akademik.
Namun, dinamika yang berlangsung selama periode tersebut turut memengaruhi organisasi alumni. Maman mengatakan pada periode tertentu muncul dua organisasi dengan nama yang berbeda, yakni Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) dan Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKAU Trisakti).
"Situasi ini berdampak memang kepada ikatan alumni, bahwa ada beberapa pandangan yang akhirnya menyebabkan beberapa tahun yang lalu ada Ikatan Alumni Trisakti dan ada Ikatan Alumni Universitas Trisakti," ujarnya.
Maman menyebut terdapat perbedaan cakupan antara kedua nama tersebut. Menurut dia, IKA Trisakti dibangun dengan semangat persatuan dan kebersamaan seluruh alumni, sedangkan IKAU Trisakti memiliki lingkup yang berbeda.
Maman Sebut Polemik Ditempuh Lewat Jalur Hukum
Persoalan mengenai organisasi alumni tersebut kemudian ditempuh melalui jalur hukum. Maman mengatakan pihaknya memilih tidak memperpanjang polemik dan menyerahkan penyelesaian melalui proses hukum.
Menurut Maman, proses tersebut telah menghasilkan putusan Peninjauan Kembali (PK) yang berkekuatan hukum tetap.
"Alhamdulillah, setelah melalui proses hukum yang ada dan keluar keputusan hukum PK yang sudah inkrah dan berkekuatan hukum tetap, bahwa hanya mengenal yang namanya Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti)," ujar Maman.
Maman menegaskan IKA Trisakti menaungi ikatan alumni sekolah tinggi dan ikatan alumni fakultas di lingkungan Trisakti.
Atas dasar tersebut, Maman menyatakan secara legal dan organisatoris IKA Trisakti menjadi wadah bersama alumni.
"Jadi hari ini secara legal dan juga secara aktual dan fakta organisatoris, bahwa kita semua hanya mengenal satu ikatan alumni, yaitu Ikatan Alumni Trisakti. Alhamdulillah, ini juga didukung oleh ikatan alumni fakultas dan ikatan alumni sekolah tinggi," tandas Maman.
Maman sendiri terpilih sebagai Ketua Umum IKA Trisakti periode 2025-2029 dalam Rapat Umum Anggota pada April 2025. Pemilihan tersebut dihadiri perwakilan organisasi alumni dari fakultas, institut, dan sekolah tinggi di lingkungan Trisakti.
Dorong Kebersamaan Antaralumni
Menurut Maman, penyatuan organisasi alumni juga dapat memperkuat hubungan antarlulusan dari berbagai lingkungan akademik di Trisakti.
Dia mengatakan sebelumnya sebagian alumni lebih banyak beraktivitas dalam lingkup ikatan alumni fakultas atau organisasi berdasarkan sekolah tinggi. Kondisi tersebut membuat interaksi antarkelompok alumni belum sepenuhnya terbangun.
Maman yang merupakan alumnus Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi mengaku turut merasakan kondisi tersebut.
"Dulunya itu dibawa Ikatan Alumni Universitas Trisakti. Jarang sekali rasanya kami yang dari ikatan fakultas ini bertemu dengan teman-teman alumni sekolah tinggi," tutur Maman.
Menurut dia, keberadaan satu wadah bersama membuat hubungan antarkelompok alumni menjadi lebih terbuka. Kesetaraan antara alumni sekolah tinggi dan alumni fakultas juga menjadi salah satu semangat yang ingin terus dibangun.
"Alhamdulillah, dengan semuanya sudah mengenal satu nama Ikatan Alumni Trisakti dan tidak ada lagi Ikatan Alumni Universitas Trisakti, semangat kebersamaan serta kesetaraan antaralumni terbangun," ujar Maman.
Maman Tak Ingin Polemik Berlanjut
Sebagai Ketua Umum IKA Trisakti, Maman mengatakan dirinya berkewajiban menjalankan aspirasi yang telah disepakati para pemilik suara dalam organisasi alumni.
Dia menegaskan tidak ingin kembali memperpanjang polemik mengenai dualitas organisasi alumni dan memilih memusatkan perhatian pada penguatan kebersamaan seluruh alumni.
Menurut Maman, terdapat dua dasar yang menjadi pijakan organisasi. Pertama, putusan hukum yang menurutnya telah melalui proses PK di Mahkamah Agung dan berkekuatan hukum tetap.
Kedua, keputusan secara organisatoris yang menurutnya telah disepakati para pemilik suara dari ikatan alumni fakultas dan ikatan alumni sekolah tinggi melalui rapat umum anggota.
"Yang pertama adalah fakta hukum sudah diputuskan di Mahkamah Agung melalui PK dan itu hanya mengenal Ikatan Alumni Trisakti. Yang kedua, secara organisatoris seluruh pemilik suara ikatan fakultas dan ikatan alumni sekolah tinggi semuanya bersepakat melalui rapat umum anggota bahwa hanya mengenal yang namanya Ikatan Alumni Trisakti," jelas Maman.
Maman juga menyinggung kemungkinan masih terdapat individu yang mengatasnamakan organisasi alumni lain. Namun, dia membedakan keberadaan seseorang sebagai individu dengan kedudukan organisasi secara kelembagaan.
Menurut Maman, secara organisatoris pihaknya tidak mengenal organisasi alumni lain di luar IKA Trisakti. Meski demikian, setiap individu yang merupakan alumni Trisakti tetap dipandang sebagai bagian dari keluarga besar alumni.
"Bahwasanya mungkin ada satu orang, dua orang, atau tiga orang yang nanti berpotensi mengatasnamakan alumni lainnya, secara legal maupun fakta organisatoris, secara organisasi kami tidak mengenal itu," kata Maman.
Dia menegaskan perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat untuk merangkul seluruh alumni.
"Secara keberadaan pribadinya sebagai alumni, kita harus menghargai mereka yang merupakan bagian dari keluarga besar Ikatan Alumni Trisakti dan layak untuk kita perjuangkan aspirasinya," ucap Maman.
Trisakti Peduli
Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan kegiatan IKA Trisakti menggalang dana melalui Trisakti Run for Charity untuk mendukung pemulihan ekonomi di daerah terdampak bencana.
Kegiatan itu merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan nasional Trisakti Peduli, yang diinisiasi IKA Trisakti untuk mendukung pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Maman mengatakan IKA Trisakti akan terlibat dalam upaya pemulihan ekonomi di sejumlah daerah terdampak bencana, termasuk wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra.(*)
Editor : Cipi Ckandina