Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Inflasi 2,5 Persen
batampos – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyetujui target pendapatan negara dalam Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp3.435,10 triliun.
Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Nusantara, Jakarta, Selasa (29/9).
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan, target pendapatan negara dalam postur APBN 2027 tersebut meningkat dibandingkan target dalam APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
“Terdapat kenaikan pendapatan dan belanja negara, akan tetapi tidak mengubah target defisit RAPBN 2027,” ujar Said dalam paparannya pada rapat paripurna, Selasa (29/9).
Target pendapatan negara 2027 tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp2.911,95 triliun, dengan rincian penerimaan pajak Rp2.593,35 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp318,60 triliun.
Selain itu, pemerintah menargetkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp522,48 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp0,66 triliun.
Said mengatakan, peningkatan pendapatan negara, khususnya dari sektor perpajakan, perlu didukung pembenahan tata kelola, penegakan hukum, pemanfaatan teknologi, serta pertumbuhan penerimaan pajak secara alamiah seiring dengan pertumbuhan ekonomi.
“Perluasan basis pemajakan juga harus berhati-hati agar tidak membebani kehidupan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dibutuhkan sebagai jembatan untuk memperbesar skala ekonomi nasional.
Dengan skala ekonomi yang lebih besar, hasil aktivitas produksi dan konsumsi diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
“Tantangannya memang tidak mudah. Strategi yang telah dan akan diteruskan pemerintah adalah memperbesar nilai tambah ekspor dan investasi,” ucapnya.
Asumsi Makro Ekonomi 2027
Selain target pendapatan negara, Banggar DPR RI bersama pemerintah menyepakati sejumlah asumsi dasar ekonomi makro untuk tahun anggaran 2027.
Berikut asumsi makro yang disepakati:
-
Pertumbuhan ekonomi: 6,0 persen
-
Inflasi: 2,5 persen
-
Nilai tukar rupiah: Rp17.500 per dolar AS
-
Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5 persen
-
Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD75 per barel
-
Lifting minyak bumi: 612,5 ribu barel per hari
-
Lifting gas bumi: 954 ribu barel setara minyak per hari
Editor : Jamil Qasim