batampos – Perum Bulog memberikan keleluasaan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memesan beras sesuai kebutuhan. Kebijakan ini berbeda dengan ketentuan pemesanan yang berlaku bagi pengecer di pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pemesanan beras oleh pengecer pasar yang tercatat dalam SP2KP biasanya dibatasi maksimal dua ton dalam sekali transaksi. Sementara itu, Bulog siap memenuhi pesanan beras dari KDKMP sesuai permintaan.
“Khusus untuk teman-teman KDKMP yang di bawah Agrinas Pangan, seberapa yang dipesan oleh Agribisnis Pangan untuk KDKMP, kami dukung sepenuhnya,” kata Rizal kepada wartawan usai konferensi pers di kantornya, Jumat (9/10).
Menurut Rizal, penambahan titik penjualan melalui KDKMP dapat memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau. Semakin banyak koperasi yang beroperasi, semakin luas pula jaringan distribusi beras Bulog.
“Dan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat mengakses dan membeli beras dengan murah di KDKMP,” tuturnya.
Selain memberikan keleluasaan pemesanan, Bulog juga menawarkan kemudahan pembayaran melalui skema konsinyasi dengan tenggat pembayaran selama 30 hari.
Melalui skema ini, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dapat dipasok terlebih dahulu ke KDKMP, sedangkan pembayarannya dilakukan kemudian sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dan Bulog memberikan keringanan yaitu berupa konsinyasi, pembayarannya 30 hari. Jadi beras Bulog nanti akan berada di KDKMP semaksimal mungkin,” ujarnya.
Terkait realisasi penyaluran, Rizal menyebut transaksi melalui KDKMP yang telah berjalan mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, ia belum merinci volume beras yang telah disalurkan melalui jaringan koperasi tersebut.
“Kalau KDKMP yang sudah berjalan ini sudah bertransaksi, sudah ratusan miliar ya. Sudah ratusan miliar,” ungkapnya.
Bulog juga menyiapkan dukungan untuk pengoperasian 100 KDKMP tambahan yang diminta segera beroperasi. Rizal mengatakan, pihaknya berencana meninjau pelaksanaan program tersebut di Solo pada Senin bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Perdagangan, dan Direktur Utama Agrinas Pangan, Joao Mota.
“Dengan Pak Menko Pangan, kemudian Pak Menteri Perdagangan, dan Pak Joao Mota selaku Dirut Agribisnis Pangan,” pungkasnya. (*)
Editor : Cipi Ckandina