Kontak Senjata di Nduga, Dua Anggota OPM Tewas

JawaPos • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:45 WIB
Barang bukti serta 2 jenazah anggota OPM yang ditemukan tewas pasca kontak tembak di Nduga pada Jumat (23/10). (Koops TNI Habema)
Barang bukti serta 2 jenazah anggota OPM yang ditemukan tewas pasca kontak tembak di Nduga pada Jumat (23/10). (Koops TNI Habema)

 
batampos - Dua orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan tewas dalam kontak senjata dengan personel TNI di Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (23/10).

Kontak senjata tersebut melibatkan personel Satuan Tugas (Satgas) Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema dengan kelompok Kodap III/Ndugama-Nderakma.

Peristiwa bermula ketika tim patroli wilayah menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga. Saat melakukan pemeriksaan di lokasi, kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan hingga terjadi kontak senjata.

Setelah situasi terkendali, personel TNI menemukan dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata dalam keadaan meninggal dunia. Sejumlah anggota lainnya dilaporkan meninggalkan lokasi kejadian.

Hingga Sabtu (24/10), identitas kedua korban masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Tiga Anggota OPM Tewas dalam Kontak Tembak dengan TNI di Maybrat

Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa dalam kontak senjata tersebut.

”Kami menyayangkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Setiap nyawa memiliki nilai yang harus dihormati,” kata Riyanto, dilansir dari BALIEXPRESS.ID, Minggu (25/10).

Meski demikian, ia menyatakan aparat harus mengambil tindakan tegas dan profesional ketika menghadapi ancaman bersenjata yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan.

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.

”Tujuan utama kami adalah menjaga keamanan agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya tanpa rasa takut,” ujarnya.

Senapan Angin hingga Uang Tunai Rp 88 Juta Diamankan

Selain menemukan dua orang dalam keadaan meninggal dunia, personel TNI dilaporkan mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian.

Barang-barang tersebut meliputi dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, senjata tajam, 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi handy-talky (HT), dokumen, atribut kelompok, serta uang tunai sebesar Rp 88 juta.

Seluruh barang tersebut diamankan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Jenazah Ditangani secara Bermartabat

Riyanto memastikan penanganan jenazah kedua korban dilakukan secara layak dan bermartabat. TNI, kata dia, berkoordinasi dengan pihak berwenang, keluarga, serta tokoh masyarakat setempat untuk menghormati adat dan ketentuan hukum yang berlaku.

Ia juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan Papua untuk menghentikan kekerasan dan kembali ke tengah keluarga serta masyarakat.

”Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan dan pegunungan, jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka. Mari kita hentikan kekerasan dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi Papua,” ujarnya.

TNI menyatakan upaya menjaga keamanan akan terus dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme. Perlindungan masyarakat dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, menurut TNI, tetap menjadi perhatian dalam penanganan situasi keamanan di wilayah Nduga. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
OPM Nduga Papua Pegunungan Kontak Senjata tni