batampos – Melihat seseorang tiba-tiba pingsan tentu bisa membuat orang di sekitarnya panik. Namun, pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk menjaga keselamatan korban dan mencegah kondisi semakin memburuk.
Pingsan merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Kondisi ini dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari berdiri terlalu lama, dehidrasi, kelelahan, hingga penurunan tekanan darah.
Meski sebagian orang dapat kembali sadar dalam waktu singkat, pingsan tidak boleh dianggap sepele. Penanganan yang tepat diperlukan untuk memastikan korban tetap aman dan mengetahui apakah ada kondisi medis yang mendasarinya.
Melansir National Health Service (NHS) dan Mayo Clinic, Senin (2/11), berikut tujuh langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika seseorang pingsan.
1. Pastikan Lingkungan Sekitar Aman
Sebelum memberikan pertolongan, pastikan lingkungan di sekitar korban aman. Jauhkan benda-benda yang berpotensi menyebabkan cedera dan pastikan korban tidak berada di lokasi berbahaya.
Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk mendampingi dan menghubungi layanan darurat apabila diperlukan.
2. Periksa Respons Korban
Periksa kesadaran korban dengan memanggil namanya atau berbicara menggunakan suara cukup keras. Tepuk bahunya secara perlahan untuk mengetahui apakah ada respons.
Perhatikan apakah korban membuka mata, bergerak, atau memberikan respons lainnya. Jika tidak merespons, segera minta bantuan medis.
3. Periksa Pernapasan
Pastikan korban masih bernapas normal. Amati pergerakan dada dan perhatikan suara napas selama maksimal 10 detik.
Jika korban tidak bernapas normal atau hanya terengah-engah, segera hubungi layanan darurat dan lakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau CPR jika memiliki kemampuan. Gunakan alat Automated External Defibrillator (AED) apabila tersedia.
4. Baringkan dan Angkat Kakinya
Jika korban bernapas normal serta tidak menunjukkan tanda-tanda cedera serius, baringkan dalam posisi telentang. Apabila aman, angkat kedua kaki sekitar 30 sentimeter untuk membantu aliran darah kembali menuju otak.
Namun, jangan mengangkat kaki apabila korban mengalami cedera pada kaki, pinggul, atau tulang belakang. Jika terdapat dugaan cedera serius, hindari memindahkan tubuh korban kecuali lokasi tersebut membahayakan keselamatannya.
5. Longgarkan Pakaian yang Ketat
Longgarkan pakaian yang terlalu ketat, terutama di sekitar leher dan pinggang. Misalnya, membuka kancing kerah baju atau melonggarkan ikat pinggang.
Pastikan korban mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Hindari pula kerumunan orang di sekitar korban agar penanganan dapat dilakukan dengan leluasa.
6. Pantau Kondisi Setelah Sadar
Jika korban mulai sadar, jangan langsung membiarkannya berdiri atau berjalan. Biarkan tetap berbaring selama sekitar 10–15 menit atau sampai kondisinya membaik.
Setelah itu, bantu korban untuk duduk secara perlahan. Perhatikan apakah masih terdapat keluhan seperti pusing, mual, lemas, atau pandangan berkunang-kunang.
Jangan terburu-buru meminta korban kembali beraktivitas. Jika keluhan berlanjut, segera cari bantuan medis.
7. Segera Hubungi Bantuan Medis Jika Diperlukan
Pertolongan medis darurat diperlukan apabila korban tidak sadar kembali dalam satu menit, mengalami nyeri dada, kesulitan bernapas, kejang, gangguan bicara atau gerakan, maupun mengalami cedera serius akibat terjatuh.
Jika korban belum sadar tetapi masih bernapas normal, posisikan tubuhnya dalam posisi pemulihan atau berbaring miring untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka. Pantau pernapasannya hingga bantuan medis tiba.
Jangan memberikan makanan, minuman, atau obat kepada korban sebelum benar-benar sadar karena berisiko menyebabkan tersedak.
Memberikan pertolongan pertama kepada orang yang pingsan membutuhkan ketenangan dan tindakan yang tepat. Meski korban dapat kembali sadar dalam waktu singkat, pemeriksaan medis tetap penting untuk mengetahui penyebabnya dan mengantisipasi kemungkinan kondisi yang lebih serius. (*)
Editor : Cipi Ckandina