batampos – Higgs Technology, pengembang platform gim Higgs Games Island (HGI), memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dispendik Jatim). Kolaborasi ini diwujudkan dalam program pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi tenaga pendidik di Surabaya.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru, khususnya dalam mengenal dan memanfaatkan teknologi AI untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik bagi siswa.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah kompetisi Drama Komik AI Jawa Timur. Melalui program ini, para guru didorong mengangkat kisah kepahlawanan, sejarah, serta budaya lokal menjadi karya digital berbasis AI.
Sebelum mengikuti kompetisi, peserta terlebih dahulu menjalani pelatihan AI secara daring selama lima minggu. Pelatihan tersebut menjadi bekal bagi guru untuk mengembangkan ide dan menghasilkan karya kreatif.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan perkembangan teknologi harus menjadi kesempatan bagi guru untuk terus meningkatkan kemampuan.
Menurut dia, guru memiliki banyak ide dan cerita menarik yang dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi.
"Guru-guru kita punya begitu banyak ide dan cerita menarik untuk dibagikan kepada muridnya. Kami ingin mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan ide tersebut dengan bantuan teknologi," kata Aries.
Dia menilai, pemanfaatan AI dapat membuka lebih banyak cara untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam belajar, termasuk mengenal sejarah dan budaya daerah sendiri.
Sebagai kelanjutan program, kegiatan pada 30 Oktober juga diisi pelatihan pembuatan gim berbasis AI bagi 15 guru terpilih, seminar, serta pemberian penghargaan kepada karya terbaik.
Seminar tersebut menghadirkan juri WorldSkills dari Tiongkok, Nigeria, Rumania, dan India. Kegiatan juga melibatkan praktisi industri kreatif dan teknologi internasional.
Perwakilan Higgs Technology, Ray Fan, mengapresiasi antusiasme para guru yang mengikuti seluruh rangkaian program.
"Kami senang melihat antusiasme para guru yang mengikuti program ini. Di tengah kesibukan mengajar, mereka tetap menyempatkan diri untuk belajar hal baru dan mencoba menggunakan teknologi AI," ujar Ray Fan.
Dia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi guru untuk mengembangkan ide kreatif dan menghadirkan proses pembelajaran yang lebih menarik di kelas.
15 Guru SMK Disiapkan Ikuti Pelatihan di Tiongkok
Pengembangan kompetensi AI bagi guru di Jawa Timur juga berlanjut melalui program pelatihan internasional. Sebelumnya, Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan 15 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mengikuti pelatihan lanjutan pembuatan gim berbasis AI di Shanghai, Tiongkok, pada Januari 2027.
Sebanyak 50 guru SMK di Jawa Timur sebelumnya mengikuti pelatihan daring selama 20 hari. Mereka juga mengerjakan proyek berbasis AI sebagai bagian dari proses seleksi.
Dari seluruh peserta, dipilih 15 guru dengan karya terbaik untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan di Tiongkok.
Aries berharap para guru terpilih dapat meningkatkan kompetensi sekaligus membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan guru di sekolah masing-masing.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi AI tidak hanya berhenti pada penggunaan perangkat digital, tetapi juga mendorong guru menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai tambah.
Menurut Aries, penguatan kemampuan guru dalam memanfaatkan AI perlu diarahkan pada pengembangan kreativitas dan produksi karya digital. Teknologi tersebut juga dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi sejarah dan budaya daerah.
Salah seorang peserta, Asih Setiani, guru SMKN 1 Banyuwangi, mengaku mendapatkan wawasan baru dari pelatihan tersebut.
Dia mengatakan, selama ini proses pembuatan studio animasi di sekolah masih banyak dilakukan secara manual. Namun, melalui pelatihan AI, dia mengetahui bahwa sejumlah tahapan dapat dibantu dengan teknologi tersebut.
"Ternyata, proses tersebut bisa menggunakan AI. Pelatihan ini memberikan gambaran baru tentang pengembangan gim, mulai dari perencanaan hingga pembuatan aset," tutur Asih.
Menurut Asih, meski materi yang diberikan masih sebatas pengenalan, pelatihan tersebut membuka peluang baru untuk menerapkan teknologi AI dalam pembelajaran di sekolah.
Dia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga guru mampu menghasilkan media pembelajaran digital yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa.(*)
Editor : Cipi Ckandina