batampos- Momen lebaran menjadi kesempatan mahasiswa untuk melakukan mudik ke kampung halaman dari daerah yang dijadikan tempat dalam menimba ilmu.
Saroma, salah satu mahasiswa rantau dari Universitas Maritim Raja Ali Haju (UMRAH) menyatakan bahwa dirinya sangat antusias menyambut mudik lebaran tahun ini.
Saat dijumpai di Pelabuhan Tarempa, Kamis, (27/3) dini hari tadi, Saroma menceritakan perjuangannya yang hendak mudik ke kampung halamannya di Ranai, Natuna harus ia tempuh dengan menggunakan dua kapal.
"Senin kemarin (24 Maret) saya baru sampai di Anambas pakai kapal KMP Bahtera Nusantara 01, saya turun di sini (Anambas) karena tak mampu lagi lanjutkan perjalanan ke Ranai, jadi transit," ujar Saroma kepada batampos.
Ia beralasan tidak mampu melanjutkan perjalanan ke Ranai dikarenakan kapal roro KMP Bahtera Nusantara 01 terlalu over kapasitas yang membuatnya tidak nyaman. Padahal kapal Roro tersebut melayani rute hingga ke Natuna.
"Kebetulan ada kawan disini, numpang dulu dirumahnya. Dan baru hari ini berangkat pakai KM Bukit Raya. Alhamdulillah tiket ke Ranai masih tersedia," tutur dia.
Pria yang mengambil kuliah jurusan Matematika tersebut mengaku tidak membawa banyak barang bawaan apalagi oleh-oleh untuk keluarganya hal ini dikarenakan tidak ada persiapan khusus dalam mudik kali ini.
"Orang tua pesan yang penting pulang saja ke kampung untuk lebaran sama-sama. Karena memang kami lebaran tak pernah pisah-pisah pasti bersama," ucap Saroma.
Kedepan, ia meminta kepada stakeholder yang melayani mudik untuk bisa membenahi pelayanan transportasi karena berdasarkan pengalamannya kapal hampir overkapasitas dalam mengangkut penumpang.
"Ya dibenahi, macam Roro itu, ramai sekali yang naik. Bahkan tak ada ruang lagi untuk beristirahat. Musim mudik tahun depan, tieket dijual sesuai seat saja, agar sama-sama nyaman," pungkas Saroma. (*)
Editor : Tunggul Manurung