batampos- Batalyon Komposit 1/Gardapati melaksanakan latihan tempur di Kabupaten Natuna selama dua hari, mulai Rabu (22/10).
Latihan berskala besar ini melibatkan 968 prajurit TNI Angkatan Darat dengan berbagai jenis persenjataan berat.
Latihan tersebut meliputi latihan menembak senjata berat teknis (Latbakjatratnis) terintegrasi, uji siap tempur (UST) Kompi Terintegrasi, dan puncaknya Latihan Antar Kecabangan TNI AD YTP Yonkomposit 1/Gp Tahun 2025.
Kapendam XIX/Tuanku Tambusai, Letkol Inf Faizal Rangkuti, mengatakan bahwa sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggih akan dikerahkan dalam latihan ini, termasuk rudal Starstreak milik Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Multiple Launch Rocket System (MLRS) Astros II MK 6 milik Artileri Medan (Armed).
“Latihan ini bertujuan untuk menguji kemampuan prajurit dalam operasi tempur terpadu serta kesiapan alat tempur modern yang dimiliki TNI AD,” ujar Faizal.
Faizal juga mengimbau masyarakat agar tetap berada di rumah selama latihan berlangsung.
“Kami minta warga tidak keluar rumah untuk sementara waktu demi keselamatan bersama, karena latihan ini menggunakan amunisi tajam dengan daya ledak tinggi,” tegasnya.
Wilayah yang terdampak latihan meliputi Desa Air Lengit, Desa Sebadai Ulu, Desa Kelarik, Desa Batubi, Desa Buton, dan sekitar Pulau Bunga di Kabupaten Natuna.
Warga di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna memutuskan menutup sementara 30 sekolah yang berada di sekitar lokasi latihan tempur. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi agar proses belajar-mengajar tetap aman.
“Sekolah diliburkan sementara, namun anak-anak tetap belajar di rumah masing-masing dengan bimbingan dari guru,” kata Kepala Dinas Pendidikan Natuna, Hendra Kusuma.
Adapun 30 sekolah yang diliburkan terdiri atas empat Kelompok Bermain, sembilan Taman Kanak-kanak, sembilan Sekolah Dasar, tiga Sekolah Menengah Pertama, dua Madrasah Tsanawiyah, dua Sekolah Menengah Atas, dan satu Sekolah Menengah Kejuruan.
“Sekolah-sekolah tersebut berada di Kecamatan Batubi dan Kecamatan Bunguran Utara. Langkah ini merupakan hasil koordinasi dengan pihak TNI untuk memastikan keamanan siswa selama latihan berlangsung,” tutup Hendra.
Editor : Tunggul Manurung