Batampos - Satu tower atau menara telekomunikasi milik provider Telkomsel dilaporkan ambruk di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Kamis, (8/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar terkejut karena suara robohan terdengar cukup keras.
Tower dengan ketinggian sekitar 60 meter dari permukaan tanah itu roboh akibat terjangan angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak sore hari.
Kondisi cuaca ekstrem disertai hujan dan hembusan angin kuat diduga menjadi faktor utama penyebab kejadian ini.
Sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwenang.
Mereka khawatir robohnya tower dapat menimbulkan bahaya, meskipun lokasi tower berada cukup jauh dari permukiman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Raja Darmika, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan pertama diterima dari masyarakat tidak lama setelah tower tumbang.
“Kami menerima informasi dari warga sekitar bahwa ada tower Telkomsel yang roboh di Desa Kelarik sekitar pukul sepuluh malam. Setelah itu, tim kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan,” kata Raja Darmika.
Berdasarkan hasil pengecekan sementara, tower tersebut roboh karena tidak mampu menahan kuatnya angin yang melanda wilayah Bunguran Utara pada malam itu. Angin kencang diketahui bertiup cukup lama dan disertai hujan deras.
Raja menjelaskan, meskipun ukuran tower sangat besar dan tinggi, namun beruntung lokasinya berada di area yang cukup jauh dari rumah-rumah warga.
Hal ini membuat dampak yang ditimbulkan tidak sampai merusak bangunan milik masyarakat.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan juga tidak ada rumah warga yang tertimpa tower. Lokasinya memang berada di kawasan yang jauh dari permukiman, sehingga risikonya lebih kecil,” jelasnya.
Petugas BPBD bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Sisa-sisa struktur tower yang roboh juga dijaga agar tidak membahayakan masyarakat yang melintas.
Meski tidak menimbulkan korban, robohnya tower tersebut sempat berdampak pada layanan jaringan telekomunikasi di wilayah sekitar Desa Kelarik. Warga sempat mengeluhkan jaringan internet dan sinyal telepon yang terganggu.
Gangguan jaringan ini terjadi karena tower yang roboh merupakan salah satu penopang utama layanan komunikasi di wilayah tersebut.
Namun, Telkomsel telah menyiapkan sistem cadangan untuk menjaga konektivitas.
“Meski tak ada korban jiwa, tapi jaringan internet di daerah sana terganggu. Tapi sudah dalam tahap perbaikan jaringan, karena ada tower satu lagi yang backup,” pungkas Raja Darmika.
Hingga kini, pihak BPBD dan Telkomsel masih terus berkoordinasi untuk menangani dampak kejadian tersebut serta memastikan layanan telekomunikasi dapat kembali normal dalam waktu secepatnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak