SLB Negeri Natuna Butuh Tambahan Guru PLB, Jumlah Siswa Terus Meningkat

Faidillah • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 13:01 WIB
Murid-murid  SLB Negeri Natuna saat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. F. Faidillah/ Batam Pos
Murid-murid SLB Negeri Natuna saat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. F. Faidillah/ Batam Pos

batampos – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Natuna terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Seiring meningkatnya jumlah peserta didik, sekolah membutuhkan tambahan guru dengan latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB) serta penguatan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

Kepala SLB Negeri Natuna, Raja Ipulidarni, mengatakan saat ini sekolah memiliki 77 siswa. Jumlah tersebut diperkirakan kembali bertambah pada tahun ajaran baru 2027 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan inklusif di sekolah tersebut.

"Semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di SLB Negeri Natuna. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan," ujar Raja di Ranai, Selasa (28/7).

Baca Juga: BPTD Kepri Targetkan One Gate System Kapal Perintis Berlaku Dua Bulan Lagi

Namun, peningkatan jumlah siswa belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus. Dari total 19 guru yang mengajar, hanya tiga orang yang memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB).

"Kami berharap pemerintah dapat menambah tenaga pendidik khusus sekaligus memberikan pelatihan kepada guru non-PLB agar mereka semakin siap mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus," katanya.

Menurut Raja, mengajar siswa berkebutuhan khusus memerlukan pengetahuan, metode, dan keterampilan yang berbeda dibandingkan pendidikan reguler. Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi kebutuhan mendesak agar proses pembelajaran berlangsung lebih optimal.

Selain penguatan sumber daya manusia, sekolah juga berharap adanya dukungan terhadap pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Fasilitas yang memadai dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sekaligus mendukung pengembangan potensi peserta didik secara akademik, sosial, maupun emosional.

Raja menegaskan, pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas, tetapi juga memastikan seluruh tenaga pendidik memperoleh dukungan yang memadai, baik melalui pelatihan maupun lingkungan kerja yang kondusif.

"Dengan lingkungan yang inklusif dan suportif, guru dapat memberikan layanan pendidikan secara maksimal sehingga peserta didik mampu berkembang dan memiliki bekal untuk hidup mandiri," ujarnya.

Baca Juga: Polda Kepri Masih Buru Otak Jaringan Judol Internasional

SLB Negeri Natuna dibangun pada 2017 dan mulai beroperasi pada 2018 di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Sekolah ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan khusus yang melayani anak berkebutuhan khusus dari berbagai wilayah di Pulau Bunguran Besar, seperti Ranai, Batubi Jaya, Kelarik, Cemaga, hingga Tanjung.

Keberadaan sekolah tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di wilayah kepulauan.

Raja berharap dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat, baik melalui penambahan tenaga pendidik maupun peningkatan fasilitas sekolah, sehingga kualitas pendidikan inklusif di Natuna semakin baik.

"Harapan kami, seluruh anak berkebutuhan khusus di Natuna mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya dan mampu mengembangkan potensi terbaik yang mereka miliki," tutupnya. (*)

Editor : M Tahang
MPLS SLB Negeri Natuna Guru PLB