batampos – Sebanyak 89 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai persiapan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan memulai kegiatan belajar.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna, Puryanti, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan di Puskesmas Ranai selama 1–4 Agustus 2026. Seluruh layanan diberikan secara gratis kepada peserta didik.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kondisi kesehatan siswa sebelum memasuki lingkungan sekolah sekaligus menjadi data dasar untuk pelayanan kesehatan selama mereka menempuh pendidikan.
"Pemeriksaan ini gratis. Kegiatannya mulai 1-4 Agustus 2026," kata Puryanti di Natuna, Senin.
Satu Calon Siswa Mengundurkan Diri
Puryanti menjelaskan, awalnya terdapat 90 calon siswa yang akan mengikuti MPLS, terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Namun, menjelang penetapan peserta, satu calon siswa tingkat sekolah dasar mengundurkan diri sehingga jumlah sementara menjadi 89 peserta.
Baca Juga: 16 ASN Pemko Batam Pensiun, Amsakar Siapkan Mutasi Pejabat Bertahap
Meski demikian, kuota tersebut akan segera dilengkapi dengan calon siswa pengganti agar target penerimaan yang telah ditetapkan pemerintah tetap terpenuhi.
Seleksi Berdasarkan DTSEN
Puryanti menambahkan, mekanisme penerimaan peserta didik di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah pada umumnya.
Calon siswa dipilih langsung oleh pemerintah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Selanjutnya, petugas melakukan verifikasi lapangan dengan mendatangi rumah calon peserta yang masuk kategori keluarga miskin ekstrem maupun miskin.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan calon siswa memenuhi syarat sebagai penerima manfaat program Sekolah Rakyat.
"MPLS dijadwalkan pada Kamis (6/8) dan keperluan anak-anak sudah disiapkan," ujarnya.
Siswa Lama Juga Akan Diperiksa
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, Bumi, mengatakan pemeriksaan kesehatan juga akan dilakukan terhadap siswa lama.
Namun, pelaksanaannya baru dilakukan setelah seluruh siswa baru menyelesaikan pemeriksaan kesehatan.
"Saat ini fokus ke siswa baru dulu. Insya Allah siswa lama menyusul," katanya.
Pemeriksaan kesehatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh peserta didik siap mengikuti proses pembelajaran dengan kondisi fisik yang prima sejak awal tahun ajaran baru. (*)
Editor : Putut Ariyo