batampos - Natuna mulai membuka jalan menuju pasar Tiongkok. Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tengah menjajaki kerja sama perdagangan dengan sejumlah daerah di Negeri Tirai Bambu sekaligus memperkenalkan produk unggulan yang berpotensi diekspor.
Ikan hidup, khususnya kerapu, menjadi salah satu komoditas yang diandalkan. Selain itu, benih kelapa juga disiapkan untuk mendapat pasar di luar negeri.
Langkah tersebut tidak hanya sebatas promosi. Pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah kebutuhan pendukung ekspor, mulai dari dokumen administrasi hingga infrastruktur pelabuhan.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan penjajakan kerja sama dengan pemerintah daerah di Tiongkok tengah dilakukan. Promosi produk Natuna juga telah dilakukan saat dirinya berkunjung ke negara tersebut pada akhir Juli 2026.
Salah satu kesempatan promosi berlangsung dalam pembukaan restoran khas Indonesia di wilayah tersebut.
"Karena ini merupakan pertama kalinya pembukaan restoran khas kuliner Indonesia di wilayah itu, kami mengambil kesempatan untuk mempromosikan produk-produk asal Natuna," ujar Cen.
Kerapu Jadi Komoditas Unggulan
Menurut Cen, sektor perikanan menjadi salah satu kekuatan yang dapat dibawa Natuna ke pasar internasional.
Ikan hidup, termasuk kerapu, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan benih kelapa sebagai produk lain yang dapat dipasarkan ke luar negeri.
Natuna memiliki posisi geografis yang strategis karena berada di wilayah perbatasan. Letak tersebut, kata Cen, menjadi modal penting untuk membangun hubungan perdagangan dengan negara-negara tetangga.
Namun, peluang tersebut perlu ditopang kesiapan pelaku usaha dan pemerintah daerah. Produk yang akan diekspor tidak cukup hanya memiliki pasar, tetapi juga harus didukung dokumen, jalur distribusi dan fasilitas logistik yang memadai.
Dokumen Ekspor Mulai Disiapkan
Untuk memperlancar proses tersebut, Pemkab Natuna telah menghadirkan Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA).
Keberadaan IPSKA diharapkan memudahkan pelaku usaha memperoleh dokumen ekspor, khususnya Surat Keterangan Asal (SKA).
Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam proses perdagangan internasional karena menunjukkan asal barang yang akan dikirim ke negara tujuan.
Dengan layanan tersebut, pemerintah berharap pelaku usaha Natuna tidak lagi menghadapi proses administrasi yang terlalu panjang ketika mulai memasuki pasar luar negeri.
Pelabuhan Selat Lampa Jadi Kunci
Jalur logistik juga menjadi perhatian.
Pemkab Natuna mendorong revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa agar mampu mendukung arus barang dari Natuna menuju pasar yang lebih luas.
Pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pintu keluar-masuk barang, termasuk komoditas yang nantinya dikirim ke pasar ekspor.
Revitalisasi diharapkan meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus membuat distribusi komoditas menjadi lebih efisien.
Dengan demikian, hasil perikanan maupun produk pertanian Natuna tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi memiliki akses yang lebih terbuka menuju pasar internasional.
Butuh Dukungan Pemerintah Pusat
Cen mengatakan upaya membuka pasar ekspor juga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.
Pemkab Natuna tengah meminta bantuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait rekomendasi kerja sama antardaerah dengan pihak luar negeri. Pemerintah daerah juga membutuhkan fasilitasi komunikasi dengan kementerian maupun lembaga terkait agar berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan.
"Kita lagi meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membantu memberikan rekomendasi untuk melakukan kerja sama antardaerah (luar negeri) dan memfasilitasi kami berkomunikasi dengan kementerian atau lembaga agar segala persoalan bisa diselesaikan," katanya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Natuna memperluas pasar produk lokal.
Bagi daerah kepulauan seperti Natuna, membuka akses ekspor bukan sekadar mencari pembeli baru. Tantangan yang sama besarnya adalah memastikan produk tersedia secara berkelanjutan, kualitasnya memenuhi kebutuhan pasar, dan biaya logistik tetap kompetitif.
Jika seluruh kebutuhan tersebut bisa dipenuhi, kerapu, benih kelapa dan komoditas unggulan lainnya berpeluang menjadi penggerak baru ekonomi Natuna.
Dari wilayah perbatasan, produk masyarakat Natuna diharapkan tidak berhenti di pasar lokal, tetapi bisa menyeberang lebih jauh hingga ke pasar Tiongkok. (*)
Editor : M Tahang