Kabut Asap Makin Parah, Sekolah di Natuna Tetap Belajar dari Rumah

Antara • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:58 WIB
Kantor Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau diselimuti kabut asap akibat Karhutla pada Rabu (9/9/2026). ANTARA/Muhamad Nurman
Kantor Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau diselimuti kabut asap akibat Karhutla pada Rabu (9/9/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memperpanjang kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) bagi peserta didik hingga Sabtu (12/9). Langkah ini diambil untuk melindungi siswa dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih memengaruhi kualitas udara di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, Umar Wirahadi, mengatakan kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh kecamatan.

Menurut Umar, kebijakan BDR telah diterapkan sejak Senin (7/9) dan kini diperpanjang karena kondisi udara dinilai belum memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

"Untuk pendidik dan tenaga kependidikan menyesuaikan. Jika tidak ada hal yang sangat darurat untuk ke sekolah, mereka cukup mengerjakan tugas dari rumah saja," ujar Umar, Rabu (9/9).

Siswa Tetap Belajar Sesuai Arahan Sekolah

Selama pelaksanaan BDR, seluruh siswa tetap mengikuti proses pembelajaran dari rumah sesuai arahan masing-masing sekolah dan guru.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan sehingga risiko terpapar kabut asap yang berpotensi memicu gangguan pernapasan dapat diminimalkan.

Pemkab Natuna juga terus memantau perkembangan kondisi kualitas udara sebelum memutuskan kapan kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan.

Orang Tua Diminta Awasi Kesehatan Anak

Selain mengatur sistem pembelajaran, Pemkab Natuna mengimbau para orang tua agar memastikan anak tetap mengikuti kegiatan belajar selama berada di rumah.

Orang tua juga diminta memantau kondisi kesehatan anak serta membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih terdampak kabut asap.

Umar menegaskan, keputusan untuk memperpanjang maupun menghentikan kebijakan BDR akan disesuaikan dengan perkembangan indeks kualitas udara di wilayah terdampak.

"Proses perpanjangan atau penghentian BDR akan menyesuaikan laporan indeks kualitas udara di wilayah terdampak," katanya. (*)

Editor : Putut Ariyo
Belajar dari Rumah natuna karhutla kabut asap kepri