Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Debut di Usia 73 Tahun, Wang Qi Curi Perhatian Dunia

Antara • Minggu, 3 Mei 2026 | 20:02 WIB
Wang Qi tampil membela Fiji pada ITTF World Team Table Tennis Championships 2026 di London, Inggris. Di usia 73 tahun, ia mencuri perhatian lewat semangat dan dedikasinya di dunia tenis meja.
Wang Qi tampil membela Fiji pada ITTF World Team Table Tennis Championships 2026 di London, Inggris. Di usia 73 tahun, ia mencuri perhatian lewat semangat dan dedikasinya di dunia tenis meja.

batampos - Usia tak lagi jadi batas. Wang Qi membuktikannya. Di umur 73 tahun, saat banyak orang sudah lama meninggalkan dunia profesional, ia justru mencatat debut di panggung dunia.

Mengenakan seragam biru khas Fiji, pria kelahiran Tiongkok itu tampil di ajang ITTF World Team Table Tennis Championships 2026 di London, Inggris. Bukan hanya kemampuan tekniknya yang mencuri perhatian, tetapi juga semangatnya yang tak luntur dimakan usia.

“Saya sangat, sangat senang bisa berada di sini. Kesempatan ini sangat berharga,” ujar Wang kepada Olympics.com.

Ia mengenang kerasnya persaingan tenis meja di negara asalnya. Tiongkok dikenal sebagai raksasa dunia dalam cabang olahraga tersebut. Namun, tidak semua pemain mendapat peluang.

“Saya lahir di Tiongkok. Banyak sekali pemain di sana, tapi tidak semuanya punya kesempatan. Saya termasuk yang beruntung,” tuturnya.

Perjalanan Wang dimulai sejak usia tujuh tahun. Ketertarikannya muncul saat mengunjungi kampus sang kakak. Dari sana, ia mulai memegang bet untuk pertama kalinya.

Dua tahun berselang, ia masuk pelatihan junior. Namun, mimpi besarnya sempat terhenti akibat Revolusi Kebudayaan Tiongkok (1966–1976) yang memaksa banyak aktivitas, termasuk olahraga, terhenti.

Setelah masa sulit itu berlalu, Wang tak lagi fokus sebagai pemain. Ia beralih menjadi pelatih dan ikut membentuk sejumlah atlet, termasuk Ma Lin—peraih dua medali emas Olimpiade Beijing 2008.

Hidupnya berubah drastis pada 2001, saat ia bersama keluarga pindah ke Fiji. Di negara kepulauan itu, peluang baru terbuka lebar.

“Saya bisa mengalahkan semua lawan di sana. Kompetisinya relatif mudah,” kenangnya.

Kemampuannya membuat federasi tenis meja Fiji memintanya menjadi pelatih pada 2002. Ia bahkan masih aktif bermain sambil melatih.

Menjelang Commonwealth Games 2006 di Melbourne, pemerintah Fiji memberikan kewarganegaraan khusus kepadanya. Sejak itu, Wang mewakili Fiji di berbagai turnamen internasional.

Kini, di usia senja, Wang Qi kembali menorehkan cerita. Bukan sekadar bertanding, tetapi menginspirasi—bahwa semangat tak mengenal usia. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#Wang Qi #tenis meja #ITTF 2026 #Fiji #tiongkok