batampos – Kejutan besar terjadi di French Open 2026. Petenis muda Brasil, Joao Fonseca, sukses menyingkirkan legenda tenis dunia, Novak Djokovic, pada babak ketiga Roland Garros, Sabtu (30/5) WIB.
Fonseca yang baru berusia 19 tahun tampil luar biasa dengan bangkit dari ketertinggalan dua set untuk mengalahkan juara 24 Grand Slam tersebut dengan skor 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5 dalam pertandingan maraton yang berlangsung selama empat jam 53 menit.
“Sebenarnya saya tidak percaya bisa menang. Saya hanya bermain dan menikmati berada di lapangan,” ujar Fonseca usai pertandingan.
Ia mengaku sangat senang bisa menghadapi Djokovic untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya.
“Sungguh menyenangkan bisa bertanding melawannya. Ini pertama kalinya saya melawan dia. Saya berterima kasih kepadanya dan sangat bahagia,” katanya.
Kemenangan Fonseca semakin menambah kejutan di sektor putra setelah sebelumnya petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, lebih dulu tersingkir. Hasil tersebut membuat persaingan menuju gelar juara Roland Garros tahun ini semakin terbuka.
Pada set keempat, Fonseca sempat berada di ambang kekalahan saat tertinggal 3-4 dan menghadapi dua break point pada kedudukan 15-40. Namun unggulan ke-28 itu mampu bertahan dan membalikkan keadaan untuk memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Djokovic yang kini berusia 39 tahun sempat unggul 3-1 pada set kelima. Namun, Fonseca menunjukkan mental luar biasa dengan merebut enam dari delapan gim terakhir untuk memastikan kemenangan bersejarah di lapangan utama Philippe-Chatrier.
“Saya hanya mencoba memukul bola sekuat mungkin. Djokovic hampir tidak pernah melakukan kesalahan. Kami bahkan merasa dia masih seperti berusia 20 tahun,” ujar Fonseca.
“Di akhir pertandingan saya merasa dia bahkan lebih bugar daripada saya. Itu sungguh luar biasa,” tambahnya.
Fonseca menilai kondisi lapangan yang semakin lambat saat malam hari turut membantunya mengembangkan permainan agresif yang menjadi andalannya.
Menurut statistik ATP, Fonseca mencatatkan 68 winner, hanya terpaut dua dari Djokovic yang membukukan 70 winner. Namun, petenis muda Brasil itu mampu tampil lebih efektif pada poin-poin krusial, termasuk menutup pertandingan dengan tiga ace beruntun saat Djokovic berusaha memaksakan tie-break.
Kemenangan tersebut membuat Fonseca menjadi petenis remaja pertama yang mampu mengalahkan Djokovic di ajang Grand Slam. Ini juga menjadi kemenangan keduanya atas pemain peringkat 10 besar dunia setelah sebelumnya mengalahkan Andrey Rublev pada Australian Open 2025.
Dengan hasil ini, Fonseca untuk pertama kalinya lolos ke babak keempat turnamen Grand Slam. Selanjutnya, ia akan menghadapi pemenang laga antara Casper Ruud dan Tommy Paul untuk memperebutkan tiket perempat final.
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi kali kedua sepanjang kariernya gagal menang setelah unggul dua set lebih dahulu. Sebelumnya, situasi serupa pernah dialaminya saat kalah dari Jurgen Melzer di Roland Garros 2010. (*)
Editor : Jamil Qasim